Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto menyampaikan ceramah dalam seminar wisuda yang digelar Universitas Terbuka (UT) di UT Convention Center, Tangerang Selatan, Banten, Senin (2/4).
Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan generasi muda Indonesia harus optimistis menyongsong masa depan negeri ini. Lulusan universitas harus menjadi bagian dalam memajukan bangsa dan menjawab tantangan dari kalangan yang menyangsikan masa depan Indonesia.
"Bonus demografi menjadi modalitas untuk membangun negeri ini. Anak muda punya masa depan dan masa depan negeri ini ada pada mereka. Maka pikiran pesimistis harus dihilangkan," ujarnya dihadapan para calon wisudawan UT.
Turut hadir antara lain Staf Khusus Presiden untuk Papua Lenis Kagoya dan Rektor UT Ojat Darojat yang didampingi jajaran petinggi UT.
Wiranto, yang juga alumnus UT itu, menegaskan pikiran optimistis terhadap kondisi negara perlu terus dipupuk. Pasalnya, berbagai survei dan studi meramalkan Indonesia bakal menjadi bagian dari lima negara besar di dunia.
Ia mencontohkan menurut studi dari Price Waterhouse Coopers, RI diproyeksikan bakal menempati peringkat kelima negara dengan kekuatan ekonomi terbesar pada 2030.
Produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada 2030 diperkirakan tumbuh menjadi US$5.424 miliar. Angka itu diproyeksikan melejit dua kali lipat pada 2050 menjadi US$10.502 miliar.
Baru-baru ini, daftar yang diterbitkan US News menempatkan Indonesia di peringkat 2 dari 20 negara terbaik untuk investasi di dunia. Tahun lalu, tiga lembaga pemeringkatan internasional yakni Moodys, Standard & Poor's, dan Fitch Ratings menaikkan peringkat utang Indonesia menjadi layak investasi.
"Soal prediksi Indonesia masa depan penting untuk kita jangan hanya mendengar dari yang sumber yang tidak jelas. Ada pandangan optimistis yang harus kita bangun dengan melihat ramalan-ramalan yang indikatornya jelas," ucapnya.
Karena itu, dia mengingatkan potensi konflik dan gesekan di masyarakat harus terus diminimalisasi. Stabilitas politik dan kemanan harus terus terjaga agar bisa menyokong pembangunan dan ekonomi.
"Kita jangan kembali terkotak-kotak lagi. Saat ini suasananya masih seperti itu. Sekat-sekat primordialisme harus kita bongkar dan kembali ke Pancasila," pungkasnya. (OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved