Program Deradikalisasi Mendapat Apresiasi

Golda Eksa
31/3/2018 03:30
Program Deradikalisasi Mendapat Apresiasi
(MI/Adam Dwi)

MENTERI Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengungkapkan banyak negara yang tertarik dengan konsep deradikalisasi yang dilakukan pemerintah Indonesia melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Mereka yang menyatakan ketertarikan khususnya berada di kawasan Asia Tenggara dan Australia.

"Itu (deradikalisasi) merupakan model baru yang sangat diminati internasional, banyak yang mau mencontoh," ujar Wiranto seusai bertemu Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius di Kantor Kemenko Polhukam, Kamis (29/3).

Suhardi Alius menambahkan saat ini jumlah mantan napi teroris (napiter) yang masuk program deradikalisasi terus bertambah. Menurutnya, itu membuktikan bahwa upaya yang dilakukan pemerintah dalam menangkal radikalisasi sangat efektif. "Belum lama ini ada tiga mantan terpidana yang ikut bergabung," kata Suhardi.

Sebelumnya, pemerintah melalui BNPT mengumpulkan sekitar 120 mantan narapidana terorisme dan 50 korban terorisme untuk bersilaturahim. Pertemuan tersebut merupakan puncak dari deradikalisasi mantan napiter yang selama ini dilakukan pemerintah.

Pertemuan yang menitikberatkan pada pendekatan kemanusiaan itu diharapkan dapat berdampak luas dalam mengurangi radikalisasi. Para mantan napiter yang ikut dalam acara ini diharapkan dapat meyakinkan teman, kolega, dan keluarga agar tidak melakukan dan menyebarkan radikalisme.

Perbatasan

Di perbatasan wilayah Indonesia, sinergi TNI dengan Polri untuk menjaga serta mengamankan seluruh wilayah tersebut sangat dibutuhkan, khususnya dalam rangka menegakkan kedaulatan NKRI.

"Sinergi dan soliditas TNI dan Polri terbangun dalam menjaga keutuhan wilayah dan kedaulatan NKRI. Ini tekad kita membangun kebersamaan yang harus dijaga sampai akhir hayat di kandung badan," kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat memberi peng-arahan kepada prajurit TNI dan personel Polri di Pos Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Indonesia-Malaysia di Batalyon Infanteri 621/Manuntung, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (29/3).

Menurut dia, panjang perba-tasan negara di Kalimantan Utara mencapai ribuan kilometer, apalagi di sana juga terdapat banyak jalur tikus. Melihat kondisi itu, Hadi berharap ada upaya bersama untuk mencegah pelbagai bentuk kriminalitas di perbatasan.

Mantan KSAU itu juga meng-apresiasi keberhasilan prajurit Batalyon Infanteri 621/Manuntung yang kebetulan bertugas sebagai Satgas Pengamanan Perbatasan RI-Malaysia menemukan ratusan patok tapal batas.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menambahkan apabila prajurit TNI dan personel Polri yang diberi mandat melakukan pengamanan di perbatasan sudah merasa nyaman dan berinteraksi, itu tentu menjadi modal utama untuk melaksanakan tugas dengan baik.

Maklum, tantangan yang dihadapi petugas di sana cukup banyak, seperti kasus penyelundupan narkoba maupun senjata dan bahan peledak, perdagangan manusia, serta rute klasik bagi kelompok teroris yang hendak masuk ke Tanah Air.  (P-4)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya