Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PARTAI Gerindra masih menginventarisasi pelbagai hal terkait rencana pilpres mendatang. Salah satunya membangun komunikasi dan diskusi untuk sinergitas positif dengan sejumlah partai politik, termasuk menentukan siapa cawapres yang pantas mendampingi Prabowo Subianto.
Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria, menerangkan sejauh ini ada dua kelompok yang bakal diusung sebagai cawapres, yaitu yang berasal dari internal parpol dan nonpartai. Gerindra juga masih membuka peluang bagi siapa pun yang hendak mendaftar sebagai cawapres.
Cawapres dari internal partai yang sudah masuk daftar Gerindra, seperti 9 kader PKS, antara lain Presiden PKS M Sohibul Iman, mantan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Hidayat Nur Wahid, Anis Matta, dan Tifatul Sembiring. Ada pula Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, serta dua kader Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dan Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Zainul Majdi.
Sedangkan figur nonpartai yang ikut diseleksi ialah mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Gubernur DKI Anies Rasyid Baswedan. "Sementara baru 15 nama itu saja," kata Riza ketika dihubungi Media Indonesia, Jumat (30/3).
Menurut dia, Gerindra belum bisa memastikan pengumuman nama cawapres tersebut apakah dilakukan sebelum perhelatan pilkada atau justru setelah pilkada. Ia mengakui banyak faktor yang menjadi pertimbangan.
"Kalau setelah pilkada diumumkan, di satu sisi kita bisa melihat hasil dari kontestasi itu dan bisa mencocokkan calonnya siapa yang pantas, begitu. Di sisi lain, kalau diumumkan setelah pilkada, ya waktunya sangat mepet dengan pendaftaran capres-cawapres, sehingga dikawatirkan proses sosialisasi waktunya berkurang," tandasnya. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved