Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ERA industri 4.0 yang ditandai dengan otomasi dan ekonomi digital telah mengubah berbagai tatanan kehidupan. Perkembangan superkomputer, robot, artificial intelligence, dan modifikasi genetik mengakibatkan pergeseran tren tenaga kerja yang tidak lagi tergantung pada tenaga manusia, tapi pada mesin.
Bukan hanya sektor swasta yang aktif berbenah diri menjemput era industri 4.0 tersebut, kini sektor publik mulai berpacu untuk mempersiapkan diri menghadapi dahsyatnya gelombang disrupsi di era industri 4.0.
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) sebagai penggerak utama reformasi birokrasi, telah memulainya dengan menggelar lokakarya dua hari guna membangun pemerintahan yang inovatif serta kinerja unggul dengan tema 'Awareness Based Leadership Workshop Transforming from Good to Dynamic Governance for Industry 4.0'.
"Good governance saja tidak cukup, di era industri 4.0 ini tata kelola pemerintahan harus bertransformasi ke dynamic governance yang ditopang oleh kepemimpinan yang berbasis kepedulian atau awarness based leadership," kata M Yusuf Ateh, Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kemenpan-RB ketika memberikan sambutan pada acara workshop tersebut di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Rabu (28/3) malam.
Dijelaskan bahwa untuk menghadapi pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era industri 4.0, aparatur sipil negara (ASN) harus memiliki kepedulian (awareness) yang tinggi, sehingga berbagai dampak yang timbul bisa diantisipasi dengan baik.
"ASN zaman now harus memiliki kepemimpinan berbasis kepedulian. Open mind, open heart, dan open will. Dengan membuka pikiran, Anda akan memiliki pengetahuan yang luas. Dengan membuka hati, Anda akan memiliki empati terhadap dinamika sosial. Dengan kehendak yang kuat, Anda akan memiliki keberanian untuk berinovasi dan mengambil risiko. Berani mencoba yang baru untuk kebaikan, untuk masyarakat," ungkap Ateh.
Lebih lanjut, ia berharap agar para peserta mengikuti kegiatan lokakarya dengan baik, sehingga kegiatan tersebut benar-benar memberikan hasil yang positif.
"Selesai workshop dua hari, tapi tidak tahu apa-apa. Tidak boleh seperti itu," tukasnya.
Pada kesempatan tersebut juga disisipkan acara penandatanganan Review Perjanjian Kinerja Tahun 2018 untuk para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, dan Pengawas di lingkungan Kedeputian Bidang RB Kunwas.
"Setelah penandatanganan review perjanjian kinerja dan pelaksanaan workshop ini, setiap pegawai harus menghasilkan, harus memberikan manfaat. Semua harus paham untuk apa ada di kementerian ini," tegas Ateh. (RO/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved