Kampanye Menyasar Peran Perempuan

Faishol Taselan
29/3/2018 08:50
Kampanye Menyasar Peran Perempuan
Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 1 Khofi fah Indar Parawansa (kanan) membeli ikan ketika blusukan di Pasar Ikan Pabean, Surabaya, Jawa Timur, kemarin.(ANTARA/M RISYAL HIDAYAT)

CALON Wakil Gubernur Jawa Timur Puti Guntur Soekarno berjanji memberikan modal usaha bagi kaum janda kurang mampu (miskin dan sangat miskin) lewat program pemberdayaan keluarga harapan (PKH) super.

"Dalam program PKH super ini yang pertama akan memberikan permodalan usaha bagi kepala keluarga perempuan miskin (janda miskin) sebesar Rp1.500.000 dan Rp3.000.000 bagi keluarga sangat miskin," katanya dalam sambutan saat meresmikan Posko Relawan Pemenangan Pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soakarno (Ipul-Puti) di Situbondo, Jawa Timur, kemarin.

Program PKH super tersebut, kata dia, menjadi program prioritas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat (perempuan). Hal itu menjadi visi dan misi pasangan nomor urut 2 itu.

"Untuk kesehatan, kami berkomitmen untuk mengeluarkan kartu Jatim sehat karena saya percaya tidak semua masyarakat di Jawa Timur terakomodasi dalam program jaminan sosial atau BPJS kesehatan. Bagi yang belum mendapatkan BPJS kesehatan akan diberikan kartu Jatim sehat," paparnya.

Puti menambahkan, pihaknya akan memperbaiki pelayanan kesehatan yang terintegrasi dalam bentuk digital.

Artinya, ketika masuk rumah sakit di daerah dan harus dirujuk ke rumah sakit di provinsi, sudah terkoneksi secara daring. "Untuk pendidikan, kami juga berkomitmen bahwa biaya untuk SMA dan SMK digratiskan," ucapnya.

Sebelum meresmikan Posko Relawan Pemenangan Ipul-Puti di Situbondo, cucu Bung Karno itu juga bersilaturahim ke Ponpes Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo.

Tanam cabai

Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerukan gerakan tanam cabai kepada masyarakat sebagai langkah antisipatif karena harga cabai di pasar kerap mencekik.

Mantan menteri sosial itu mendapati harga cabai kembali merangkak naik dalam rangkaian kampanyenya di sejumlah pasar tradisional di Surabaya dan berbagai daerah di Jatim.

Di pasar tradisional Wonokromo, misalnya, Khofifah menjumpai harga cabai merah mencapai Rp50 ribu per kilogram.

"Harga bawang merah juga naik di Pasar Wonokromo. Kenaikan harga cabai dan bawang itu sangat fluktuatif," ujarnya di Surabaya, kemarin.

Setelah melihat permasalahan itu, ia mendorong masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, agar memiliki kreativitas, misalnya menanam cabai.

"Yang paling mudah ialah menanam cabai di halaman rumah," tuturnya.

Menurut dia, tidak harus punya lahan luas untuk menanam cabai di rumah. "Kita bisa menanam pakai pot. Saya sudah melakukannya di rumah. Ada 29 pot cabai di halaman depan dan belakang rumah saya," ungkapnya.

Khofifah mengaku telah menanam cabai di rumahnya di Surabaya dan di Jakarta. Karena itu, Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama itu telah merasakan manfaat dari menanam cabai sendiri.

"Dengan begitu, saya telah meringankan kebutuhan cabai bagi diri sendiri dan juga tetangga yang membutuhkan. Bukan karena harga cabai mahal lalu saya menanam. Bagi saya, kalau sewaktu-waktu saya butuh bisa tinggal petik," tukasnya.

Dia berpasangan dengan Emil Elestianto Dardak, diusung Partai Demokrat, Golkar, PPP, PAN, NasDem, dan Hanura. Mereka akan berhadapan dengan pasangan Ipul-Puti yang diusung PDIP, PKB, PKS, dan Gerindra.(Ant/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya