Menhan Yakin Rakyat sudah Cerdas

Nov/Ant/P-3
27/3/2018 09:20
Menhan Yakin Rakyat sudah Cerdas
(MI/M IRFAN)

PIDATO Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tentang Indonesia bubar pada 2030 menjadi perbincangan banyak pihak. Berbagai pejabat pun mengomentari pidato tersebut, tidak terkecuali Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.

Ia tidak percaya Indonesia akan bubar pada 2030. Menurutnya, Indonesia tetap ada sampai hari kiamat.

"Kalau saya sih, Indonesia ada sampai kiamat. Kiamat 1.000 tahun lagi, 1.000 tahun lagi Indonesia. Sejuta tahun lagi, sejuta tahun lagi Indonesia ada. Tidak ada itu," ujarnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, kemarin.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) tersebut mengatakan rakyat Indonesia sudah pintar sehingga sudah bisa menilai mana informasi yang benar dan mana yang salah. Dia pun menilai pro dan kontra di alam demokrasi adalah hal wajar.

"Rakyat kita sekarang sudah pintar, sudah bisa berpikir mana yang benar dan tidak benar. Itu demokrasi berpikir. Ngomong saja tidak boleh? Boleh dong, asal masuk akal, ya," pungkas dia.

Hal senada disampaikan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Ia secara tegas mengatakan Indonesia tidak akan bubar.

"Indonesia adalah bangsa yang kuat dan majemuk serta memiliki berbagai kebudayaan, suku, dan agama. Maka dari itu saya yakin Indonesia tidak akan pernah bubar," kata SBY di Gedung Juang Kota Sukabumi saat temu kader Partai Demokrat, Minggu (25/3).

Yudhoyono mengatakan ia juga pernah membaca novel Ghost Fleet karya Peter W Singer. Namun, novel tersebut tidak bisa dijadikan acuan bahwa Indonesia akan bubar pada 2030 mendatang sebab novel merupakan karya fiksi sekalipun dikemas dengan hal-hal berbau ilmiah.

Ia mengimbau seluruh elemen bangsa ini untuk selalu menjaga keutuhan NKRI. Ja-ngan hanya teriak 'NKRI harga mati', ataupun yang disematkan di baju, spanduk, baliho, ikat kepala yang bertuliskan 'NKRI Harga Mati', atau bukan hanya retorika.

Selain itu, ia meminta rakyat Indonesia untuk tidak mudah terprovokasi sehingga bisa memecah belah bangsa ini. Semua orang jangan memperuncing masalah tersebut, apalagi Pancasila dihadapkan dengan Islam.

"Pemerintah harus turun tangan dan merangkul semua pihak. Rakyat jangan mau diprovokasi oleh orang yang tidak bertanggung jawab."(Nov/Ant/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya