Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD), Michael Cia Cahaya mengatakan dirinya bingung saat dimintai pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el, Setya Novanto, Fredrich Yunadi yang meminta dirinya membuat diagnosa kecelakaan terhadap Novanto.
Bertemu dengan Fredrich sekitar pukul 17.30, Michael menolak permintaan tersebut karena tidak sesuai dengan kondisi nyata, sebab, pasien sendiri belum ada di RS.
"Saya melihat dia (Fredrich), saya tidak kenal dia. Dia minta saya buat diagnosa kecelakaan. Saya bingung, pertama karena diminta membuat diagnosa kecelakaan. Pada saat itu pasien belum datang," ujarnya saat hadir menjadi saksi fakta dalam persidangan dugaan merintangi pemeriksaan Setya Novanto atas terdakwa, Bimanesh Sutarjo di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta, Jumat (23/3).
Hal kedua yang membuat Michael bingung adalah skenario untuk membuat diagnosa palsu itu juga disetujui oleh Bimanesh. Sebab, saat melapor ke Bimanesh terkait hal tersebut, Bimanesh bersikap datar, tidak seperti dirinya ysng sangat kaget atas permintaan rekayasa diagnosa itu.
"Dokter Bimanesh biasa saja. Datar. Skenario ini sepertinya memang akan terus berjalan meski saya tidak mau. Saya tetap pada pendirian saya, saya tidak mau ikut skenario ini makanya saya tidak mau periksa pasien," ujarnya.
Diketahui Bimanesh didakwa merintangi penyidikan kasus dugaan korupsi e-KTP dengan merekayasa agar Setnov menjalani rawat inap di RS Medika pada 16 November 2017. Tujuannya untuk menghindari pemeriksaan oleh penyidik KPK.
Ia didakwa melanggar pasal 21 UU 20/2001 tentang Tipikor juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.(OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved