Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HAKIM kerap disebut sebagai wakil Tuhan karena kewenangannya menjatuhkan hukuman kepada pihak yang dianggap bersalah di muka hukum.
Meski demikian, hakim juga manusia. Tanpa integritas yang kuat dan intelektualitas yang mumpuni, hakim bisa dikelabui dan digoda iming-iming harta duniawi.
Demikian diutarakan Ketua Badan Pengawas Mahkamah Agung (MA) Sunarto dalam diskusi Sinergi dalam Mencari Sosok Ideal Hakim Agung Indonesia, di Auditorium Komisi Yudisial, kawasan Salemba Raya, Jakarta Pusat, kemarin. "Integritas itu harus menyatu dengan intelektualitas. Hakim harus punya keduanya," cetus Sunarto.
Ia mengakui sulit untuk mencari hakim yang integritasnya tidak bisa dikompromikan.
Pasalnya, persyaratan yang ditetapkan sebagai kriteria hakim dipatok dengan sangat tinggi, tapi ke-sejahteraan hakim belum sepenuhnya diperhatikan pemerintah.
"Memang sudah ada perbaikan, tapi belum cukup. Hakim-hakim di daerah, misalnya, untuk kesehatan saja hanya di-cover BPJS. Di Jakarta juga banyak hakim yang tinggalnya masih indekos. Sebulan bisa bayar Rp2,5 juta untuk sewa," ujar dia.
Namun, Sunarto menegaskan, apa pun alasannya hakim tidak boleh berperilaku korup. MA pun tidak akan segan memecat setiap hakim yang menyelewengkan wewenang.
Pernyataan tersebut disampaikan Sunarto juga sehubungan dengan banyaknya hakim yang terjaring ope-rasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
OTT terbaru terjadi di Peng-adilan Negeri Tangerang dengan KPK menetapkan empat tersangka, yakni hakim PN Tangerang Wahyu Widya Nurfitri (WWN), panitera pengganti Tuti Atika (TA), dan advokat Agus Wiratno (AGS), juga HM Saipudin (HMS).
Meski demikian, Ketua MA Hatta Ali menolak undur diri sebagai bentuk pertanggungjawaban. Menurutnya, banyaknya hakim korup tidak mencerminkan keburukan institusi secara keseluruhan.
Hal itu disayangkan banyak pihak, termasuk perwakilan Indonesia Corruption Watch (ICW) pada Koalisi Pemantau Peradilan, Lola Easter Kaban. "Sikap itu sangat disayangkan, padahal ketika penangkapan hakim PT Sulut, Hatta Ali sendiri yg menyatakan akan mundur kalau ada satu hakim lagi yang tertangkap oleh KPK," kata Lola ketika dihubungi Media Indonesia, Rabu (21/3).(Deo/Put/P-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved