Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEPETAK tanah dan 10 gram emas dijual dan dihargai Rp100. Hasil itu kemudian disumbangkan ke negara. Dan sebagai gantinya, Nyak Sandang, 91, mendapatkan bukti obligasi Pemerintah Indonesia pada 1950.
Kejadian itu berawal pada 1948, saat Presiden Soekarno berkunjung ke tanah Aceh guna mencari dana untuk pembelian pesawat pertama setelah Indonesia merdeka.
Hasil patungan Nyak Sandang yang saat itu berusia 23 tahun beserta orangtuanya, dan puluhan masyarakat Aceh setotal SGD 120 ribu dan 20 kg emas murni itu dipakai untuk dua unit pesawat terbang yang diberi nama Seulawah R-001 dan Seulawah R-002. Dua pesawat tersebut merupakan cikal bakal maskapai Garuda Indonesia.
Setelah 70 tahun pascakunjungan Soekarno ke Tanah Aceh, Nyak Sandang akhirnya menggunakan pesawat terbang untuk bertemu Presiden Joko Widodo.
Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Media Indonesia, dalam pertemuan pada Rabu (21/3), Nyak Sandang yang ditemani dua anaknya, Maturidi dan Khaidar, mengungkapkan tiga permintaan.
Permintaan yang disampaikan dalam bahasa Aceh yang diterjemahkan oleh putranya itu antara lain, bantuan untuk operasi katarak.
"Baik nanti saya uruskan untuk kataraknya. Katarak kan operasi ringan, besok tolong dicek ke rumah sakit untuk kataraknya," jawab Presiden.
Selain itu, Nyak Sandang meminta dibuatkan masjid di kampungnya di Lamno, Aceh. Presiden menjawab bahwa nanti akan dikirimkan tim untuk mengecek kondisi di sana.
Permintaannya yang ketiga adalah untuk menunaikan ibadah haji. "Ingin naik haji. Kalau bisa tahun ini, karena sudah tua," papar Maturidi.
Terkait hal ini, Presiden mengatakan akan mengupayakan dan berkoordinasi dengan Menteri Agama. Sambil menunggu kepastian keberangkatan haji, Presiden menawarkan Nyak untuk menunaikan umrah terlebih dahulu.
"Mengingat haji kan ada antreannya. Nanti saya bicarakan dengan Menteri Agama," kata Presiden.
Di penghujung perbincangan, Nyak Sandang berterima kasih kepada Presiden. "Terima kasih Bapak Presiden sudah punya waktu untuk kami," ungkap Nyak Sandang. (A-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved