Novanto Sebut Puan dan Pramono Terima Duit KTP-e, PDIP: Tidak Benar

Micom
22/3/2018 12:30
Novanto Sebut Puan dan Pramono Terima Duit KTP-e, PDIP: Tidak Benar
Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani (kiri) berbincang dengan Seskab Pramono Anung(ANTARA/Widodo S. Jusuf)

Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto membantah tudingan Mantan Ketua DPR Setya Novanto bahwa Menko PMK Puan Maharani dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung menerima suap terkait dengan proyek KTP-e ketika keduanya menjadi anggota DPR.

Hasto menegaskan bahwa saat ini ada upaya yang mencoba membawa persoalan KTP-e tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab PDI Perjuangan.

“Kami bukan dalam posisi designer, kami bukan penguasa. Dengan demikian atas apa yang disebutkan oleh Bapak Setnov, kami pastikan tidak benar, dan kami siap diaudit terkait hal tersebut,” katanya melalui siaran pers hari ini.

Ia menyampaikan, bahwa kecenderungan terdakwa dalam kasus tipikor menyebut sebanyak mungkin nama, demi menyandang status justice collaborator. "Apa yang disampaikan Pak Setya Novanto hari ini pun, kami yakini sebagai bagian dari upaya mendapatkan status tersebut demi meringankan dakwaan," ujarnya.

Saat menjalani pemeriksaan sebagai terdakwa dalam sidang kasus korupsi proyek e-KTP  di Pengadilan Tipikor Jakarta, Novanto menyebut uang proyek e-KTP juga mengalir ke Puan Maharani dan Pramono Anung.

Novanto menyampaikan uang untuk Puan dan Pramono diberikan oleh Made Oka Masagung. Pemberian kepada kedua politisi PDI Perjuangan itu diketahui Novanto dari Made dan Andi Agustinus alias Andi Narogong yang menceritakan itu ketika berkunjung ke kediamannya.

Pramono dan Puan tidak termasuk dalam daftar penerima aliran dana korupsi e-KTP yang disusun jaksa KPK dalam dakwaan. Keduanya juga belum pernah diperiksa sebagai saksi oleh KPK. (RO/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya