Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi I DPR RI dari Fraksi Demokrat Syarifuddin Hasan menilai bahwa Indonesia semakin membaik dari tahun ke tahun. Karena itu, pernyataan yang dilontarkan oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bahwa pada tahun 2030 Indonesia akan bubar tidaklah benar.
"Saya tidak melihat arah ke sana ya, apa yang disampaikan Pak Prabowo itu. Saya malah justru mengatakan bahwa kita semakin baik," ucapnya saat dihubungi Media Indonesia, hari ini.
Ia menilai Indonesia semakin ke arah yang lebih baik karena pertahanan dan ketahanan Indonesia saat ini terjamin. Pasalnya, program Minimum Essential Force yang dicanangkan oleh Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono terus dilanjutkan oleh pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
"Artinya, pertahanan dan ketahanan kita itu terjamin. Ada security. Penambahan anggaran pertahanan dan keamanan pun dilakukan, kita (Komisi I) selalu mendukung," terangnya.
Tak hanya itu, sosialisasi empat pilar yang dilakukan oleh MPR pun semakin gencar dilakukan. "Artinya semangat untuk bersatu, persatuan dan kesatuan semakin meningkat. Dari segi ideologi kita bagus," tambahnya.
Sebelumnya diberitakan, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyuarakan bahwa NKRI akan bubar pada tahun 2030. Pernyataan Prabowo dalam pidato yang diunggah di dalam akun facebook itu pun kemudian menjadi buah bibir.
"Kita masih upacara. Kita masih menyanyikan lagu kebangsaan. Kita masih pakai lambang-lambang negara. Gambar-gambar pendiri bangsa masih ada disini, tetapi di negara lain mereka sudah bikin kajian-kajian, yakni Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030," kata Prabowo dalam video yang diunggah, Senin (19/3).
Syarifuddin menilai bahwa pernyataan Prabowo tersebut hanya bentuk kekhawatiran semata jika pemerintah tidak waspada ke depannya. "Kita ambil hikmahnya, mungkin itu warning aja bagi pemerintah untuk berhati-hati," imbuhnya.
Kendati demikian, ia meyakini bahwa pemerintah sudah mengarah untuk terus melakukan pemerataan pembangunan. "Yang mungkin dikhawatirkan adalah pembangunan yang tidak merata. Pemerintah kelihatannya sudah mengarah kesana, supaya pembangunan merata," pungkasnya. (OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved