Kejahatan Skimming Pasti Organized Crime

Agus Utantoro
22/3/2018 10:05
Kejahatan Skimming Pasti Organized Crime
( ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

KEJAHATAN ATM skimming merupakan bentuk kejahatan modern yang selalu terorganisasi (organized crime).

"Awal kejahatan ini adalah pencurian informasi kartu kredit atau debit dengan cara menyalin informasi pada strip magnetik kartu yang digunakan pada mesin ATM. Setelah data itu tersalin, digunakan untuk melancarkan kejahatan lainnya," kata pakar digital forensik Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia, Yudi Prayudi.

Menurut dia, proses untuk menyalin informasi biasanya dilakukan dengan menggunakan bantuan sejumlah alat baik yang menempel langsung pada ATM atau yang dipasang berdekatan dengan ATMnya.

Selain ATM ,skimming yang saat ini populer, jelasnya, sebenarnya terdapat jenis skimming lainnya yang juga harus diwaspadai karena berpotensi memakan korban nasabah perbankan. Kejahatan-kejahatan itu antara lain, Hand-Held POS Skimming, yaitu sebuah alat yang bisa meng-copy langsung atau menduplikasi kartu debit atau kredit.

Model lainnya adalah POS Swaps, yaitu proses copy data kartu debit atau kredit dari mesin pembayaran yang sering terpasang di toko-toko.

"Bentuk lainnya adalah Dummy ATM, umumnya mesin ATM yang digunakan hanya untuk transaksi online, alih-alih mau melakukan transaksi online lewat mesin ATM, malah data-data kartu debit atau kredit yang akan diambil oleh mesin dummy ATM ini," ujarnya di kampus UII Jalan Kaliurang Km 14 Yogyakarta, Kamis.

Lebih lanjut, Yudi mengatakan, ATM skimming standar umumnya berbentuk perangkat elektronik yang diletakkan di atas alat pembaca kartu ATM.

Menurut dia, seseorang yang sudah mahir, memasang peralatan ini hanya memerlukan waktu kurang dari tiga menit.

Ia menambahkan, meski banyak model mesin ATM yang beredar, pembuat alat skimming pun ikut menyesuaikan, sehingga pembeli peralatan skimming pun akan memilih yang sesuai dengan mesin ATM yang akan dijahati sehingga peralatan itu dipastikan akan sesuai denganmodel dan tipe mesin ATM dan dipastikan pula korban sulit mengetahui jika di mesin ATM itu sudah terpasang alat skimming.pelaku skimming," ujarnya.

Dalam perkembangannya, lanjutnya, kecanggihan teknik skimming ini akan langsung mengcopy data yang didapat dari alat skimmingnya dan kemudian dikirim, secara online atau remote, teknologi GSM, bluetooth ke pemasang alat skimming baik melalui komputer atau smartphone yang dipasang pada lokasi tertentu.

"Dengan teknik yang canggih ini maka alat skimming dapat diakses dari manapun oleh si pelaku," ujarnya.

Operasi skimming itu sendiri, menurut dia, biasanya berlangsung dalam tiga tahap, yakni pertama si Pelaku akan mencari target mesin ATM yang akan dipasangi alat skimmer. Kedua setelah target didapat lokasi ATM yang dimaksud maka langkah berikutnya adalah memasang alat skimming pada mesin ATM tersebut. Selanjutnya yang ketiga alat skimming akan bekerja untuk mengcopy data-data ATM korban dan tahap terakhir adalah proses pengambilan dana milik si korban.

"Umumnya dana milik si korban akan diambil di lokasi yang berbeda dengan lokasi tempat proses skimming dilakukan. Bahkan tidak jarang dana ditarik oleh orang lain pada ATM yang berbeda lokasi negaranya," ujarnya lagi. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya