Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KALANGAN Istana memastikan Indonesia semakin berjaya. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tak akan bubar pada 2030 seperti yang disuarakan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
"Yang dilakukan pemerintah justru ingin menjadikan negara ini menempati posisi yang diperbincangkan dunia, yakni 2045 Indonesia Emas. Upaya-upaya itu menuju ke sana," kata Johan Budi, juru bicara Presiden Joko Widodo, di Kompleks Istana, Jakarta Pusat, kemarin.
Johan mempertanyakan dasar kajian ilmiah yang dipakai Prabowo sampai menerawang kondisi Tanah Air pada 2030. Padahal, kata dia, analisis dari pihak luar menyampaikan optimisme atas perkembangan Indonesia.
"Kalau dari sisi rangking misalnya, tingkat investasi di Indonesia meningkat. Nomor dua kalau enggak salah setelah Filipina. Ini kan parameter menuju negara lebih baik, bukan sebaliknya," ujarnya.
Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu tak memusingkan pernyataan Prabowo. "Kejadian yang sebenarnya Anda bisa melihat sendiri," katanya.
Penyataan Prabowo menjadi buah bibir setelah akun Facebook mengunggah pidatonya. "Kita masih upacara. Kita masih menyanyikan lagu kebangsaan. Kita masih pakai lambang-lambang negara. Gambar-gambar pendiri bangsa masih ada di sini, tetapi di negara lain mereka sudah bikin kajian-kajian, yakni Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030," kata Prabowo dalam video yang diunggah, Senin, 19 Maret 2018.
Dia mengkritik para elite yang tak mempermasalahkan 80% tanah dan aset Indonesia hanya dikuasai 1% rakyat. Dia juga menyinggung soal kekayaan Indonesia yang dibawa ke luar negeri yang diabaikan para elite.
"Tidak enak kita bicara, tapi sudah tidak ada waktu untuk kita pura-pura lagi," kata Prabowo.
Belakangan diketahui Prabowo berbicara di Universitas Indonesia ketika menghadiri peresmian dan bedah buku Nasionalisme Sosialisme dan Pragmatisme Pemikiran Ekonomi Politik Soemitro Djojohadikusumo pada 18 September silam.
Setelah pidato itu menjadi buah bibir, terungkap bahwa pendapat mantan menantu Presiden Soeharto itu berasal dari novel berjudul Ghost Fleet. Novel itu ditulis dua ahli strategi dari Amerika yang menggambarkan sebuah skenario perang antara Tiongkok dan Amerika tahun 2030.
Namun, Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo menepis anggapan bahwa Prabowo hanya mengutip novel.(Nov/Deo/MTVN/P-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved