Pengamat: Kritik tanpa Data Sama Saja Nyinyir

Astri Novaria
21/3/2018 23:20
Pengamat: Kritik tanpa Data Sama Saja Nyinyir
(MI/M. Irfan)

PAKAR Komunikasi Politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Gun Gun Heryanto, menyoroti kritikan mantan Ketua MPR RI yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, kepada pemerintah soal program sertifikasi tanah rakyat.

Ia menilai apabila pesan yang hendak disampaikan Amien diorientasikan sebagai sebuah kritik maka basis bukti atau data menjadi sangat penting.

"Kalau kritik tanpa dielaborasi dengan data jatuhnya bukan kritik. Tapi nyinyir atau delegitimasi," ujarnya saat dihubungi Media Indonesia, Rabu (21/3).

Gun Gun melanjutkan kritik dalam sebuah negara demokrasi adalah sebuah keniscayaan yang diperbolehkan dalam konstitusi sebagai kebebasan dalam berpendapat. Meskipun dijamin dalam konstitusi, menurut Gun Gun, agar tidak mendapat kesalahpahaman maka kritik itu harus disampaikan dengan nalar dan data.

"Untuk menghindari kalimat menyerang, butuh nalar dan basis data. Yang saya lihat dari pernyataan Pak Amien setelah kata 'ngibul' itu memang tidak ada narasi pendukungnya. Jauh lebih baik fungsi kritiknya itu bila dielaborasi dengan basis data sehingga tidak terkesan hanya asumsi spekulatif," tandasnya.

Secara terpisah, Pakar Komunikasi Politik dari Universitas Bengkulu, Lely Arrianie, menyayangkan Amien Rais sebagai tokoh bangsa yang tidak bisa memilih kosakata yang baik dalam berkomunikasi.

"Menurut saya seharusnya Amien Rais sampaikan berdasarkan data dan komunikasi yang mendidik. Apalagi Amien Rais dikenal sebagai tokoh reformasi. Saya melihat juga politisi Indonesia tidak punya model komunikasi politik dan komunikasi politiknya sesuai dengan karakternya masing-masing bukan berdasarkan identitas kepartaian yang berlebel islam, nasionalis, demokratis dan sebagainya. Mereka cenderung menghamburkan kosakata politik sesuai karakternya masing-masing," pungkasnya. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya