Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM survei yang dilakukan Charta Politika Indonesia pada 3-8 Maret 2018 lalu mengenai preferensi politik masyarakat Jawa Timur menjelang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur periode 2018-2023, pasangan Saifullah Yusuf dan Puti Guntur unggul atas rivalnya Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak.
Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya, memaparkan pasangan Gus Ipul-Puti yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu unggul dengan perolehan dukungan responden 44,8%.
Sementara, pasangan Khofifah-Emil yang mendapat dukungan dari Partai NasDem, Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Hanura, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memperoleh dukungan responden 38,1%. Sedangkan, sambung dia, yang belum menentukan pilihannya sebanyak 17,1%.
"Meskipun demikian, dari sisi popularitas dan kesukaan responden di Jatim, Khofifah mengungguli Gus Ipul. Responden yang mengenal Khofifah mencapai 92,9%. Sedangkan Gus Ipul 91,7%. Sementara itu dari tingkat kesukaan, Khofifah memiliki 87,8%, sedangkan Gus Ipul 85,4%," ujarnya saat merilis hasil surveinya di Jakarta, Rabu (21/3).
Lebih lanjut, kata dia, hal ini berbeda dengan tingkat popularitas masing-masing Calon Wakil Gubernur, Emil dan Puti, yang masih sangat rendah yakni di kisaran 50% ke bawah. Berdasarkan hasil surveinya, Emil lebih populer 50,7% daripada Puti yang hanya 42,2%.
Menurutnya, dengan tingkat keterkenalan calon gubernur yang sudah sangat tinggi, selanjutnya faktor penentu untuk mendorong elektabilitas adalah calon wakil gubernur.
"Cagubnya sudah mentok. Tapi nama wakil, keduanya baru setengah pemilih yang mengenal nama ini (cawagub). Kedua cawagub tersebut masih punya pekerjaan rumah untuk meningkatkan tingkat popularitasnya. Kecenderungan Emil memberi dorongan suara terhadap pasangannya jauh lebih tinggi," terangnya.
Adapun, survei tersebut dilakukan dengan wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Jumlah sampel sebanyak 1.200 responden yang tersebar di 33 kabupaten/kota. Survei ini menggunakan metode acak bertingkat atau multistage random sampling. dengan margin of error 2,8% dengan tingkat kepercayaan 95%. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved