Fredrich Pesan RS sebelum Kecelakaan

Putri Anisa Yuliani
16/3/2018 08:21
Fredrich Pesan RS sebelum Kecelakaan
(MI/ BARY FATHAHILAH)

DOKTER RS Medika Permata Hijau, Alia Shahab, benarkan bahwa mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, memesan kamar VIP pada 16 November 2017 sebelum kecelakaan (mobil menabrak tiang listrik) di Permata Hijau, Jakarta Selatan.

Keterangan itu disampaikan Alia saat menjadi saksi fakta dalam sidang perkara merintangi pemeriksaan KPK terhadap Novanto, dengan terdakwa Fredrich Yunadi, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, kemarin.

Alia menyebut awal mula permintaan kamar rawat inap itu datang dari dokter Bimanesh Sutarjo yang menghubunginya, meminta disiapkan kamar karena Novanto akan dirawat akibat hipertensi berat.

"Saya dapat telepon dari dokter Bimanesh, dia mengatakan ada pasien Setya Novanto, dia pejabat, dan katanya beliau sedang hipertensi berat. Dokter Bimanesh jelaskan demikian," ungkap Alia yang kala itu menjadi Plt Manajer Pelayanan Publik RS Medika Permata Hijau.

Pascainformasi itu, Alia pun segera ke lantai tiga tempat ruang rawat inap VIP untuk mengecek ketersediaan ruangan. Selanjutnya, kata dia, kepastian masuknya Novanto didapat dari Fredrich yang menghubungi dokter Bimanesh pukul 14.00 WIB.

"Setelah pukul 14.00 WIB dikata-kan akan jadi masuk pasiennya. Dokter Bimanesh bilang ini saya sedang dengan pengacara Pak Set-ya Novanto, nanti mungkin ada keluarga, siapkan juga tambahan ruangan. Siapkan juga tenaga medis agar perawatan untuk Bapak maksimal," ucap Alia.

Setelah mendapat perintah itu, Alia pun berkoordinasi dengan direktur rumah sakit perihal masuknya Novanto. Direktur sempat menyetujui asal sesuai dengan prosedur, yakni ada diagnosis dokter dan surat rekomendasi rawat inap. Selain Alia, jaksa KPK juga menghadirkan dokter RS Medika Permata Hijau lainnya, dokter Michael Chia Cahaya sebagai saksi.

Saksi meringankan

Wakil Ketua MPR Mahyudin menjadi saksi fakta meringankan bagi terdakwa korupsi pengadaan KTP-E Setya Novanto dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Tipikor, Jakarta, kemarin.

Mahyudin mengakui bahwa Novanto selalu didatangi banyak tamu setiap hari. Tamu dari berbagai kalangan itu tidak hanya bertamu langsung di rumah Novanto, tetapi juga ke kantor Ketua DPR dan kantor DPP Partai Golkar. "Iya memang banyak sekali tamu. Tidak cuma di rumah, di kantor DPR, dan Golkar pun banyak sekali," paparnya.

Mahyudin mengetahui hal tersebut karena beberapa kali pernah membuat janji bertemu dengan Novanto melalui ajudan pribadi. "Saya hu-bungi ajudan, minta bertemu pukul 19.00 di rumah, saya sampai pukul 18.30, di sana sudah ramai orang dari mana-mana," ujarnya.

Semenara itu, mantan pengacara Novanto, Fredrich Yunadi, melaporkan Kepala Badan Narkotika Nasional yang juga mantan Deputi Penindakan KPK Heru Winarko dan Direktur Penyidikan KPK Herry Muryanto ke Bareskrim Polri. Keduanya diduga melanggar kode etik.

Kedua pejabat KPK tersebut dinilai telah mengeluarkan laporan kejadian tindak pidana korupsi (LKTPK) palsu.(P-2)

#KORUPSI KTP-E



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya