Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PASANGAN calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Taj Yasin akan memberdayakan santri-nasionalis dalam membangun perekonomian.Salah satunya dengan mendirikan sentra kulakan di pesantren.
"Kami dorong pesantren untuk menggerakkan ekonomi kemasyarakatan dan menjadikan mereka kekuatan ekonomi," ujar Taj Yasin dalam acara Kandidat Bicara yang disiarkan langsung Metro TV dari Semarang, kemarin.
"Akan timbul ekonomi berdikari. Kami juga akan dirikan satuan tugas penurunan kemiskinan," tambah Ganjar yang bersama pasangannya dari nomor urut 1 mengenakan kemeja warna putih.
Ganjar menyebut dua elemen yang dapat menggerakkan ekonomi dan kehidupan ialah abangan dan santri. Keduanya dapat saling membangun dan beriringan. "Kalau secara simbolis, Jawa Tengah ini bentengnya Pancasila."
Sementara itu, calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng nomor urut 2, Sudirman Said dan Ida Fauziyah, yang berkemeja batik cokelat, menyatakan Jateng merupakan daerah semua warna. Dia mencontohkan sejarah seluruh agama besar di Indonesia itu ada di provinsi ini.
"Contohnya Walisongo, Candi Prambanan, Borobudur, hingga Laksamana Cheng Ho. Semakin ke sini semakin kita lihat, yang abangan saja sekarang pakai hijab," ujar Sudirman.
Ia berkomitmen mengutamakan pembangunan manusia ketimbang infrastuktur kendati hasil pembangunan karakter tidak bisa didapat dengan instan. "Kita memahami bahwa itu hasilnya tidak instan, tetapi saya ingin mengatakan begini kalau ditanya 'itu kan tidak populer?' tidak apa-apa," kata Sudirman.
Pada sesi pertanyaan terakhir dari pembawa acara Zilvia Iskandar soal kelebihan pasangan, Ganjar menyebut soal nasionalis-relegius, milenial, responsif, birokrasi bersih, serta mendapat penghargaan KPK selama tiga tahun berturut-turut, sedangkan Sudirman menyebut tentang membawa perubahan dan bersih dari korupsi.
Kandidat Bicara menghadirkan pengamat politik Hanta Yuda, Direktur Eksekutif Indef Enny Sri Hartati, akademisi Undip Teguh Yuwono, dan pengamat kebudayaan Prie GS.(Arv/HT/X-11)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved