Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PASANGAN calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Taj Yasin, akan memberdayakan santri-santri nasionalis dalam membangun perekonomian Jateng. Salah satunya dengan mendirikan sentra kulakan di pesantren.
"Dari sentra-sentra tersebut, akan tumbuh ekonomi-ekonomi pesantren. Kami namakan program ini sebagai Ekopontren. Kami dorong pesantren untuk menggerakkan ekonomi kemasyarakatan, dan menjadikan mereka kekuatan ekonomi" ujar Taj Yasin dalam acara Kandidat Bicara yang ditayangkan dalam siaran langsung Metro TV, Kamis (15/3).
Hal ini nantinya juga akan berimpak pada peningkatan lapangan kerja dan penurunan angka kemiskinan di Jateng. Ganjar menambahkan, impaknya akan timbul ekonomi berdikari yang akan mendorong peningkatan kesejahteraan hidup.
"Kami juga akan dirikan satuan tugas (satgas) penurunan kemiskinan," tutur Ganjar.
Ganjar mengatakan, ada dua elemen di Jateng yang dapat menggerakkan perekonomian dan kehidupan, yakni abangan dan santri. Keduanya dapat saling membangun dan beriringan.
"Kalau secara simbolik tentu saja Jawa Tengah ini bentengnya Pancasila," kata Ganjar.
Ganjar mengatakan, masyarakat Jateng sudah terbiasa guyub dan rukun. Hal ini yang mendorong pasangan nomor urut satu tersebut ingin melibatkan masyarakat dalam menyusun program.
"Terlebih hal ini sudah berjalan lama, Jateng berselawat itu tanpa harus berpasangan dengan kelompok tertentu. Sudah berjalan hingga hari ini dan itu bisa dirasakan oleh masyarakat," paparnya.
Berbeda dengan Ganjar, pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur lainnya, yakni Sudirman Said dan Ida Fauziah akan menyediakan sebanyak mungkin pekerjaan. Pasangan ini menargetkan lima juta lapangan pekerjaan selama lima tahun.
"Ada sekitar 5.866 desa, berarti dalam satu desa ada sekitar 100-1500 lapangan pekerjaan baru. Kami akan dorong BUMDes dan perangkat desa lainnya untuk tumbuhkan berbagai kegiatan ekonomi yang menciptakan lapangan pekerjaan," terang Sudirman.
Sehingga, ia menambahkan, "Saya akan tumbuhkan ekonomi Jateng menjadi rata-rata 6%, dan angka kemiskinan, turun jadi 6% saja. Ini pernah dilakukan, jadi menurut saya bukan hal yang terlalu ambisius," ujar Sudirman.
Dalam diskusi yang berlangsung lancar dan sesekali diiringi canda tersebut, Sudirman juga menyampaikan pihaknya akan membangun kebudayaan Jateng baik yang bentuknya fisik maupun bersifat individu. Sedangkan Ganjar mengatakan, budaya bersih, baik dalam kehidupan sosial maupun pemerintahan, akan menciptakan budi pekerti dan ketulusan hati dalam pendidikan, pergaulan, sampai kultur.
"Saya pikir, kebudayaan di dalam visi saya bukan hanya sebuah kesenian, tapi kehidupan politik, tata ruang, dan segala aspek lainnya. Saya kira kebudayaan melingkupi itu," ujar pengamat kebudayaan, Supriyanto (Prie) GS, yang hadir sebagai panelis dan menanggapi jawaban kedua paslon tersebut.
Acara Kandidat Bicara ini, juga turut menghadirkan Pengamat Politik Hanta Yuda, Direktur Eksekutif INDEF Enny Sri Hartati, dan akademisi Universitas Diponegoro Teguh Yuwono. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved