Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zul-kifli Hasan mengajak semua pihak untuk bicara tentang Indonesia yang bersatu dengan tidak lagi membedakan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), mayoritas-minoritas, dan tidak menyebarkan hoaks ataupun ujaran kebencian.
"Jangan lagi isunya soal agama, suku, mayoritas-minoritas. Itu sudah kuno. Kita harus bicara Indonesia bahwa semua orang memiliki hak dan kesempatan yang sama," kata Zulkifli dalam diskusi bersama wartawan parlemen di press room kompleks parlemen, Jakarta, kemarin.
Menurut pria yang juga disapa Zulhas itu, bangsa ini harus keluar dari situasi kontraproduktif seperti itu sebab isu-isu tersebut hanya akan membuat negara ini tidak akan beranjak maju sehingga semakin tertinggal dari negara-negara lain.
"Kalau keadaannya masih seperti ini, akan ada seke-lompok atau segelintir orang yang akan memecah-belah dan meyakinkan kita bahwa kita bisa diadu domba," lanjutnya.
Sifat mudah diadu domba inilah yang kemudian membuat isu penyerangan terhadap para pemuka agama mudah menyebar dan memamaskan situasi. Oleh karena itulah, politius Partai Amanat Nasional (PAN) itu meminta semua pihak untuk menyudahi perdebatan mengenai SARA tersebut.
"Kita harus keluar dari apa yang terjadi sekarang ini. Seperti sudah disepakati, kita tidak lagi bicara soal suku, agama, ras, antargolongan, tapi kita bicara tentang Indonesia yang setiap orang memiliki kesempatan dan hak yang sama di negeri ini," kata Zulhas.
Dia menambahkan bahwa maju atau mundurnya sebuah negara tergantung cara mengelola negara itu. Singapura yang tidak memiliki perkebunan sawit atau tambang, Zulhas mencontohkan, bisa menjadi negara maju. Begitu pula dengan Korea Selatan yang dinilainya lebih maju daripada Korea Utara meski memiliki etnik dan suku yang sama.
"Mereka yang hebat adalah mereka yang bisa memajukan negeri ini. Kita harus melangkah ke sana sehingga kita bisa melawan SARA, hoaks, radikalisme, dan lainnya," pungkasnya.(P-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved