Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Mulyono menegaskan pihaknya bersama kepolisian bersinergi dan berkomitmen mengamankan perhelatan Pilkada 2018. Masyarakat jangan menafsirkan TNI akan berpihak kepada pasangan calon tertentu, khususnya yang berasal dari purnawirawan TNI.
"Terkait pencalonan para purnawiran dan sebagainya, itu haknya mereka. Tidak ada hubungan lagi dengan institusi TNI. Jangan menafsirkan kalau itu purnawiran, nanti tentara akan memihak mereka. Tidak ada ceritanya begitu," tegas Mulyono seusai membuka Rapat Pembinaan Teknis Kecabangan (Rabinniscab) TNI-AD Tahun 2018 di Pusdikkav Pussenkav TNI Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, kemarin.
Sesuai prosedur, jelas KSAD, sejumlah mantan anggota TNI yang terjun ke politik harus mengundurkan diri, menjadi purnawiran atau menjadi orang sipil biasa. Oleh karena itu, ja-ngan pernah menafsirkan lagi mereka mantan tentara yang terjun ke politik, berarti tentara yang masih aktif menjadi tidak netral. "Jangan ditafsirkan lagi mereka tentara, nanti tentara (aktif) tidak netral. Tidak! Tidak sama sekali!" tegasnya lagi.
Dalam berbagai kesempatan, menurut Mulyono, pihaknya sudah sering menyampaikan perihak netralitas TNI di pilkada, dan netralitas tersebut sudah merupakan suatu kebijakan dari pimpinan. Tugas prajurit TNI ialah membantu kepolisian dan turun ke lapangan, baik bersifat memantau, mengamankan, maupun yang lainnya. "Prajurit harus betul-betul jeli dan berpedoman pada prosedur yang ada. Karena salah kita melakukan itu, akan menimbulkan persepsi macam-macam di masyarakat. Komitmen kami sudah jelas, kita netral, tidak terpengaruh apa-apa. Kami hanya berkoridor pada pengamanan sesuai tugas pokok TNI," jelasnya.
Dalam pilkada serentak 2018, sejumlah mantan anggota TNI turut serta menjadi kontestan. Salah satunya mantan Pangkostrad Letjen (Pur) Edy Rahmayadi yang menjadi calon Gubernur Sumatra Utara berpasangan dengan Musa Rajeckshah alias Ijeck.
Selain itu, Mayjen TNI (Pur) Sudrajat dan Mayjen TNI (Pur) Tb Hasanuddin yang sama-sama maju sebagai calon Gubernur Jawa Barat.
Sudrajat yang berpasangan dengan Akhmad Syaikhu diusung Partai Gerindra, PKS, dan PAN, sedangkan Tb Hasanuddin yang berpasangan dengan purnawirawan perwira tinggi Polri, Anton Charliyan, diusung PDI Perjuangan.(DG/P-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved