BNPT: Jangan Marginalkan Mantan Napi Terorisme

Nur Aivanni
12/3/2018 13:43
BNPT: Jangan Marginalkan Mantan Napi Terorisme
(Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius -- MI/ADAM DWI)

KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius meminta kepada semua pihak untuk tidak memarginalkan keberadaan para mantan napi terorisme. Pasalnya, jika mereka dipinggirkan, maka itu berpotensi bagi mereka untuk kembali ke jaringan terorisme sebelumnya.

"Pembinaan dari Kemendagri dan penerimaan masyarakat kepada para mantan napi (terorisme) termasuk para kombatan yang pulang sangat penting, mereka jangan dimarginalkan. Ketika mereka dimarginalkan, tentu akan jadi hidup yang hopeless, sehigga itu lah potensial untuk kembali ke jaringan yang semula," kata Suhardi dalam sambutannya di acara MoU antara Kemendagri dengan BNPT tentang Penanggulangan Terorisme, di Hotel Aryaduta, Jakarta, hari ini.

Karena itu, menurut Suhardi, saat ini kepala daerah memiliki tantangan dengan hadirnya para mantan napi terorisme dan kombatan di daerahnya masing-masing. "Itu yang harus disikapi oleh para gubernur. Ini saya minta ke gubernur harus diperhatikan. Kami coba antisipasi ini dengan memberikan informasi yang cukup," ucapnya.

Meskipun mereka telah diberikan program deradikalisasi selama satu bulan, hal itu tidak menjamin mereka bisa mereduksi paham radikalismenya. Pemerintah, sambungnya, sangat bertanggung jawab untuk membawa mereka kembali ke jalan yang benar.

Ia pun mencontohkan bahwa ada salah satu mantan napi terorisme yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan kartu tanda penduduk di daerahnya. Namun, diakui Suhardi, hal itu terjadi lantaran pihaknya belum berbagi data dengan pihak Kementerian Dalam Negeri. Karena itu, kerjasama antara Kemendagri dengan BNPT sangat dibutuhkan.

Lebih lanjut, Suhardi mengatakan bahwa pihaknya sudah menyerahkan daftar nama mantan napi terorisme sebanyak 600 orang lebih kepada Kemendagri agar mereka bisa memantau melalui jajaran di bawahnya. "Sehingga kita bisa memetakan agar mereka tidak kembali bergabung dengan kelompok sebelumnya. Peran serta inilah yang kami harapkan dari Kemendagri dengan jajarannya dengan akses-akses yang ada," tandasnya. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya