Cawapres Jokowi Diusulkan dari NU

Rudy Polycarpus
12/3/2018 07:35
Cawapres Jokowi Diusulkan dari NU
(MI/M IRFAN)

POLEMIK mengenai sosok yang pantas menjadi pendamping Joko Widodo untuk mengarungi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 terus bergulir. Kemarin, muncul nama Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj sebagai orang yang dinilai cocok menjadi cawapres Jokowi.

Wacana tersebut dilontarkan Koordinator Pemuda Ahlus Sunnah Wal Jama'ah (Aswaja) Nur Khalim. Menurutnya, perpaduan Jokowi-Said Aqil dinilai merepresentasikan hubungan nasionalis-santri.

"Mayoritas warga nahdiyin menghendaki Kiai Said menjadi pendamping Jokowi di Pilpres 2019. NU itu warga terbesar di Indonesia. Jika ketua umumnya jadi cawapres, dipastikan akan memilih," kata Nur Khalim dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (10/3) malam.

Ia menambahkan, Kiai Said sudah menjabat Ketua Umum PBNU dua periode dan sukses menjadikan NU rujukan perdamaian di berbagai negara. Nur Khalim pun optimistis kombinasi keduanya, jika terpilih, akan menghasilkan Indonesia yang maju.

Direktur Said Aqil Siroj Institute, M Imdadun Rahmat, menyebutkan KH Said Aqil Siroj ialah salah satu tokoh sentral pemersatu kekuatan Islam moderat. Selain menjabat sebagai Ketua Umum PBNU dan ketua gabungan ormas-ormas Islam (LPOI), Kiai Said Aqil ialah pembaharu gerakan Islam di Indonesia.

"Beliau adalah salah satu pemikir Islam yang sangat berpengaruh di dunia. Gagasan modernisasi Islam dan Islam Nusantara sudah beliau sematkan dalam dinamika pemikiran Islam dunia," ujar Imdadun.

Portofolio keberpihakannya pada kepentingan umat, tambah dia, tercatat dengan baik oleh publik. Ini akan menyempurnakan posisi Jokowi di Pilpres 2019. Pasangan itu pun dianggap Imdadun sebagai yang paling komplementer.

Deklarasi Prabowo

Dewan pimpinan daerah (DPD) Gerindra mendeklarasikan Prabowo Subianto sebagai calon presiden 2019. Hal yang dilakukan dalam perayaan HUT ke-10 Gerindra di Lapangan Arcici, Jakarta, itu diharapkan diikuti dengan pengesahan oleh Dewan Pimpinan Pusat Gerindra.

"Dengan ini, kami mencalonkan Bapak Prabowo Subianto menjadi presiden masa bakti 2019-2024," kata Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Muhammad Taufik dalam orasinya.

Meski demikian, Prabowo tidak hadir dalam perayaan sekaligus deklarasi tersebut dan hanya diwakili Sekjen DPP Gerindra Ahmad Muzani. Ia pun menyatakan Prabowo belum menyatakan kesanggup-an untuk kembali maju di Pilpres 2019.

"Di tengah masalah Indonesia yang makin berat, beliau masih berpikir apakah nanti sanggup membangun Indonesia yang berjaya," ujar Muzani.

Hal itu, imbuhnya, karena banyak pertimbangan. Belum lama ini, tersiar kabar bahwa pihak keluarga mengkhawa-tirkan kondisi kesehatan pria yang juga pernah maju dalam Pilpres 2009 dan 2014 itu. Namun, kabar tersebut sudah dibantah Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon.

"Tapi percayalah, dukungan dari masyarakat Jakarta hari ini, dukungan dari ranting partai hari ini, dukungan dari Gerindra seluruh Indonesia hari ini akan meyakinkan beliau, bahwa beliau tidak berjuang sendirian," tandas Muzani.

Selain Prabowo, nama lain yang digadang-gadang bakal menjadi lawan Jokowi di Pilpres 2019 ialah Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto. Namun, hal itu di-sangsikan sang kakak, Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto. "Untuk calon presiden kan pendaftarannya bulan Agustus. Mana mungkin dalam waktu yang sesingkat ini bisa memasukkan calon yang belum disosialisasikan di masyarakat," kata Titiek seusai peringatan bulan HM Soeharto di Jakarta, kemarin.(Ant/MTVN/P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya