Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENANGGAPI pascapertemuan antara Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Amanat Nasional, politikus PAN Hanafi Rais mengemukakan bahwa komunikasi politik adalah hal yang lumrah, termasuk dengan partai apa pun. Terutama dalam kaitan pemilihan presiden, parpol dapat melakukan komunikasi dengan parpol lain dan juga tokoh masyarakat lainnya.
"Jadi biarkan partai politik bergulir melakukan prosesnya hingga September menetapkan calon calon presidennya siapa saja. Bagi saya pribadi, PAN mendukung agar lahir poros umat (poros tiga)," ujar Hanafi di Jakarta, Sabtu (10/3).
PAN sendiri menurutnya masih tetap mendorong Zulkifli Hasan menjadi presiden sebagaimana ditetapkan dalam rakernas tahun lalu di Bandung. Namun, situasi ke depannya akan diputuskan raker nasional untuk melihat nama-nama yang muncul selain Zulkifli Hasan.
PAN masih mengamati semua nama-nama yang muncul. Termasuk apakah sikap dari PAN akan di dalam pemerintahan atau berada di luar pemerintahan.
"Untuk calon diluar partai bisa saja terjadi, ini kan persyaratannya 20% sehingga kita tidak bisa memaksakan apa yang menjadi idealisme kita. sehingga ketika adapersyaratan itu tentu komunikasinya tergantung dari parpol lain seperti apa, kalau kita bisa menghimpun 20% dan sepakat dengan isu yang mau diperjuangkan maka capres tentu akan menyesuaikan dengan isu yang diperjuangkan tersebut," terang Hanafi.
Dia menjelaskan terkait isu agenda yang diperjuangkan menjadi hal yang saat ini hilang dari pilpres karena hanya berfokus kepada orangnya. Seharusnya jika pencalonan pilpres maka koalisi harus mengetahui apa yang diperjuangkannya.
Menurutnya, para elite politik ada baiknya bersepakat terlebih dahulu dari isu-isu yang akan diperjuangkan, bila sudah disepakati dijadikan kontrak politik antara koalisi dan capres yang akan diusung. Dengan begitu, menurutnya, pilpres ke depan akan lebih dinamis dan tidak hanya terfokus kepada tokohnya.
PAN, kata Hanafi, ada dua isu yang menjadi concern mereka yakni terkait keadilan bagi umat dan isu mengatasi kesenjangan sosial ekonomi. Pandangan tersebut termasuk pandangan dari Amien Rais beberapa waktu lalu.
"Kita lihat, mana nanti kira kira calon presiden maupun platform yang diusung mampu mengatasi hal tersebut itu yang akan kita dukung," ujar putra Amien Rais ini.
Dalam kesempatan yang berbeda, Sekretaris Jenderal PAN, Eddy Suparno, menanggapi adanya kecenderungan Demokrat merapat ke Jokowi dirinya mengaku bahwa hal tersebut belum menjadi suatu keputusan Demokrat. Oleh sebab itu, dia mengaku masih optimistis dengan poros ketiga untuk kedepannya.
"Belum ada kok kata putus ke mana Demokrat akan merapat. Saya kira semua opsi maaih terbuka untuk dijajaki," terang Eddy.
Dirinya mengaku optimis terbentuknya poros ketiga. Menurutnya hal tersebut menjadi keharusan untuk memberikan panggung agar putra putri terbaik bangsa dapat berkompetisi di ajang Pilpres 2019.
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal PKB, Abdul Kadir Karding, memandang bahwa poros ketiga masih dimungkinkan namun masih jauh. Dia menjelaskan bahwa pertemuan antara PAN, PKB, dan Demokrat sebelumnya sama sekali tidak membahas terkait poros ketiga sebagaimana ramai diberitakan.
"Pertemuan (kemarin) antara sekjen atau yang mewakili, bukan pertemuan untuk membahas soal poros baru. Itu pertemuan rutin soal kepemiluan, pilkada dan lain lain," jelas Abdul.
Pertemuan tersebut menjadi ramai diberitakan karena adanya situasi politik saat ini sehingga dibawa ke pada wacana pembentukan poros baru. Namun pihak nya mengaku belum berfikir hingga kepada poros ketiga tersebut.
"Nggak ada (bahas poros ketiga) dan itu pertemuan ngopi-ngopi saja kok sangat informal," terang Abdul.
Menanggapi adanya kecenderungan Demokrat yang merapat kepada Jokowi menurutnya hal tersebut adalah hak dari Demokrat dan adalah suatu hal yang bagus. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved