Di Rapimnas Demokrat, Jokowi Singgung soal Hoaks

Nur Aivanni
10/3/2018 16:43
Di Rapimnas Demokrat, Jokowi Singgung soal Hoaks
(ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

PRESIDEN Joko Widodo mengatakan bahwa berita hoaks memang sengaja dibuat untuk memperkeruh suasana. Karena itu, ia mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mencegah hoaks tersebut merebak dan membuat resah masyarakat.

"Rasanya tidak mungkin ya berita-berita (hoaks) seperti itu karena tidak tahu. Sepertinya memang semua itu disengaja untuk memperkeruh suasana. Inilah yang harus kita cegah dan kita tindak sesuai hukum yang berlaku," kata Jokowi dalam sambutannya di acara Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat Tahun 2018, di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/3).

Ia pun mencontohkan terkait pemberitaan yang tidak benar mengenai berita di media sosial tentang puluhan tentara RRC yang masuk melalui Bandara Soekarno-Hatta.

"Setelah kita cek ke Kepolisian. Berita itu ngga ada dan ngga benar," ucapnya.

Tak hanya itu, juga ada berita yang tidak benar mengenai ada sebanyak 41 kasus penyerangan terhadap ulama.

"Setelah dicek nggak benar. Yang benar memang ada tiga kasus yang sedang dalam penanganan secara serius oleh kepolisian," katanya.

Karena itu, Jokowi pun telah menginstruksikan kepada Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk menindak tegas pelaku penyebar hoaks tersebut.

"Dan ini tegas saya sampaikan ke Kapolri tindak tegas pelaku-pelakunya," imbuhnya.

Jokowi menyampaikan bahwa kehadiran teknologi informasi yang berkembang pesat harusnya menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya, membuat pemimpin lebih mudah mendengar suara rakyat dan membuat interaksi sosial lebih mudah dan gampang.

Sayangnya perkembangan teknologi tersebut, dengan adanya media sosial justru juga digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang merugikan, seperti menyampaikan berita bohong, saling menghujat dan mencemooh, saling mencela, saling menjelekkan, mengumbar kebencian yang membawa keresahan di masyarakat.

"Dan ini hampir terjadi di semua negara bukan hanya di Indonesia," pungkasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya