Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TIGA partai politik, yakni Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) membuka wacana kehadiran poros ketiga dalam Pemilihan Presiden 2019.
Dengan kata lain, ketiga partai itu berencana menambah kandidat calon presiden selain Joko Widodo dan Prabowo Subianto.
"Dengan adanya kandidat lain, persaingan Pilpres 2019 lebih seru," kata Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan seusai pertemuan di Mal Pacific Place, Jakarta Selatan, kemarin.
Sekjen PAN Eddy Soeparno menambahkan pertemuan kemarin itu memang membahas poros ketiga, tetapi hasilnya belum benar-benar signifikan. "Kami tidak menutup kemungkinan pembicaraan mengarah ke sana (poros ketiga). Mungkin dikonotasikan ada pendirian poros tiga. Asumsi kan boleh, sah-sah saja," ujar Eddy.
Wakil Sekjen PKB Lukmanul Hakim mengakui pertemuan kali ini menyangkut kepentingan membangun Indonesia lebih baik.
"Kami sebagai parpol tentu harus ada ukhuwah harmoni untuk merajut dan membangun Indonesia yang lebih baik," ungkap Lukman.
Saat menanggapi wacana munculnya poros ketiga yang digagas Demokrat, PAN, dan PKB, Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, mengakui Pilpres 2019 bertambah semarak. Kontestasi demokrasi menjadi ajang pendidikan politik bagi masyarakat.
"Poros baru, bila benar-benar terwujud, dapat memberikan semangat juang lebih bagi partai pengusung Jokowi. Kami percaya masyarakat lebih banyak memilih Jokowi karena kinerjanya selama ini," tegas Surya saat diwawancarai Metro TV, di Kantor DPP Partai NasDem Jakarta, kemarin.
Surya juga meyakini Jokowi sudah memiliki calon pendamping untuk memenangi Pilpres 2019. Pasalnya, sangat naif bila seorang calon presiden yang memiliki kinerja sangat baik, diterima masyarakat, dan memiliki elektabilitas tinggi belum memiliki cawapres.
"Hikmah dan pesan saya ialah tidak semua pucuk pimpinan partai politik punya niat menjadi capres atau cawapres," kata Surya.
Tantangan demokrasi
Ketua Umum PPP Romahurmuziy menilai poros ketiga di pilpres mendatang sangat sulit terbentuk. Artinya, hanya dua kontestan yang bakal berlaga, yaitu kubu Joko Widodo dengan lima parpol yang mengusungnya dan kubu Partai Gerindra.
"Lima parpol pendukung Jokowi, yakni NasDem, PDIP, Golkar, Hanura, dan PPP mewakili 55% kursi di DPR. Bila ingin membuat poros ketiga bandulnya di Demokrat. Bukan mendahului kejadian, tetapi proyeksi saya poros ketiga ini mustahil terwujud," ujar Romi, sapaan Romahurmuziy, seusai penganugerahan gelar doktor honoris causa dari IPDN kepada Megawati Soekarnoputri, kemarin.
Wakil Ketua Umum ICMI Bidang Politik Dalam Negeri Priyo Budi Santoso menilai munculnya poros ketiga yang dimotori Demokrat, PAN, dan PKB bagus untuk demokrasi di Indonesia. "Orang perkasa yang posisinya menguntungkan jika salah pilih pasangan akan sulit. Kalau ada cawapres bisa selesaikan masalah ini, bisa jadi peluang besar."
Sementara itu, dalam kunjungannya ke Gresik, kemarin, Jokowi membantah dirinya menemui sejumlah ulama dan kiai untuk meminta dukungan pada Pilpres 2019.
"Saya sowan ke ulama dan kiai untuk meminta pendapat dan saran," kata Jokowi seusai mengunjungi kediaman Kiai Haji Masbuhin Faqih, pengasuh Pondok Pesantren Mambaus Sholihin, di Desa Suci, Gresik. (Cah/Gol/Nur/Deo/Mtvn/Ant/X-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved