Jokowi Sambut Baik Banyaknya Cawapres

Rudy Polycarpus
08/3/2018 08:36
Jokowi Sambut Baik Banyaknya Cawapres
(MI/Agus Mulyawan)

KENDATI pendaftaran pasangan calon presiden dan calon wakil presiden berlangsung pada 4-10 Agustus 2018, partai-partai politik sudah mematut-matut kandidat yang patut dan layak disorongkan, terutama cawapres yang kelak mendampingi capres Joko Widodo di dalam kontestasi Pilpres 2019.

Presiden Joko Widodo menyambut positif banyaknya cawapres di ajang pemilu presiden/wakil presiden tahun depan. Sebagaimana diungkapkannya kepada media massa seusai menghadiri Rapimnas Himpunan Pengusaha Muda Indonesia di Hotel Novotel, Tangerang, Banten, kemarin.

"Bagus, bagus. Semakin banyak calon (wapres) semakin bagus. Kita saling berkomunikasi, setiap hari komunikasi," kata Jokowi.

Akan tetapi, Jokowi menegaskan belum menentukan siapa kandidat pendampingnya saat nanti melaju dalam Pilpres 2019. Menurut mantan Wali Kota Solo itu, ia masih menggodok kriteria cawapres bersama partai-partai politik anggota koalisi, dan juga dengan tim internalnya.

"Penggodokan di partai-partai maupun di internal kami belum rampung, belum selesai. Kriterianya baru dirumuskan, apalagi orangnya," ujar Jokowi.

Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodary, menilai komunikasi politik Jokowi dengan para tokoh ataupun partai politik menjadi simbol penguatan dukungan sekaligus menaikkan citra partai yang bersangkutan.

"Di Indonesia, pilihan partai itu tidak pernah terlepas dari kesukaan terhadap tokoh. Hal itu yang kemudian menginspirasi deklarasi PDIP. Saya bilang cepat jika dibandingkan dengan polanya yang selama ini lambat. PDIP berhitung, kalau dibiarkan terus, nanti Jokowi identik dengan partai lain," ungkap Qodary.

Pada prinsipnya Jokowi tidak keberatan menerima tokoh ataupun partai politik di Istana.

"Kalau mengajukan pertemuan ke Istana, saya terima. Saya terima, hanya waktunya yang mengatur Mensesneg, siapa pun," ungkap Jokowi seusai meninjau pembangunan MRT di Stasiun Senayan, Jakarta, bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, kemarin.

Jajaki koalisi

Ketika berbicara di kompleks parlemen, Senayan, kemarin, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar berkeyakinan Jokowi bakal memilihnya sebagai cawapres.

Hingga kini, PKB yang juga pendukung pemerintah belum memutuskan apakah mendukung Jokowi sebagai capres yang resmi kembali diusung Partai NasDem, PDIP, Hanura, PPP, dan Partai Golkar. Kapitalisasi dukungan tersebut mencapai 51,78% atau melampaui syarat ambang batas 20%.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menegaskan akan menyerahkan keputusan cawapres kepada Joko Widodo untuk mendampingi di Pilpres 2019.

Surya pun tidak akan menyodorkan nama karena semua keputusan soal cawapres diserahkan kepada Jokowi seorang.

"Tidak mudah mencari cawapres yang sesuai bagi Jokowi. Kriteria sih ada saja, bisa kita buat bersama dan itu mudah. Setiap saat kita bisa membuat kriteria, tetapi mencari orang yang tepat memenuhi kriteria itu memerlukan waktu dan pikiran," kata Surya.

Sementara itu, Partai Amanat Nasional masih terus menjalin komunikasi dengan partai politik lain untuk menjajaki koalisi dalam mengusung pasangan capres dan cawapres pada Pilpres 2019.

Menurut Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, pihaknya terbuka terhadap semua parpol untuk berkoalisi. "Saya pikir Mei mendatang sudah semakin jelas gambarannya."(Ric/Ant/X-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya