Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KELUHAN terbanyak warga di sejumlah daerah yang didatangi calon Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, ialah permasalahan ekonomi. Karena itu, pasangan Ridwan Kamil dan Uu Ruhzanul Ulum (Rindu) akan berkonsentrasi mengerahkan 70% programnya untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Hal tersebut diungkapkan Emil, panggilan akrab Wali Kota nonaktif Bandung itu, seusai bersilaturahim dengan Sultan Kanoman XII Pangeran Raja Emirudin di Cirebon, Rabu (7/3).
"Keluhan warga di 27 kota dan kabupaten di Jabar beragam. Namun, sebagian besar merupakan permasalahan ekonomi," ungkap Emil.
Karena itu, 70% program yang ditawarkan pasangan Rindu untuk Pilkada Jabar 2018 itu menyangkut permasalahan perekonomian warga. Di antaranya dengan program satu desa satu perusahaan, pemberian kredit tanpa bunga tanpa agunan asalkan rajin melakukan salat berjemaah di masjid, serta menanam di lahan-lahan tandus dengan teknologi tepat guna.
Program yang sudah berhasil diterapkan di Bandung itu, menurut Emil, bisa dikembangkan jika dia bersama pasangannya, Uu, terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur di Jabar. Seperti pembebasan izin bagi usaha kecil menengah (UKM) dengan modal di bawah Rp500 juta.
"Setelah ada kebijakan itu, hanya dalam waktu 6 bulan saja 30 ribu UKM hadir di Kota Bandung," ungkap Emil.
Dengan program yang digelontorkan, ia berharap kegiatan ekonomi yang selama ini berjalan statis bisa bergerak lebih maju sehingga kesejahteraan masyarakat juga meningkat.
Khusus untuk Cirebon yang memiliki banyak peninggalan sejarah dan budaya, maka bisa dikembangkan wisata sejarah.
"Termasuk di Keraton Kanoman ini," ungkap Emil.
Karena itu, dalam waktu dekat, Emil mengaku segera mengirimkan tim ke keraton tersebut. Mereka akan mencari berbagai terobosan agar Keraton Kanoman yang berdiri di atas lahan sekitar 5 hektare tersebut bisa mengelola keraton secara mandiri. Seperti dibuatkan restoran, hotel keraton, maupun wisata sejarah kreatif lainnya.
"Karena mengelola keraton dengan lahan yang luas ini dibutuhkan dana yang tidak sedikit," ungkap Emil.
Selanjutnya, Emil mengaku akan terus melakukan belanja masalah dengan seluruh warga di Jabar.
"Saya tidak boleh bersikap sok tahu. Dengan belanja masalah ini saya jadi permasalahan yang dihadapi masing-masing daerah di Jawa Barat," katanya.
Selain itu, kebijakan-kebijakan yang selama ini diambil saat memimpin Kota Bandung 70% berasal dari mendengarkan permasalahan dan keluh kesah masyarakat.
"Sebagian besar dari curhatan warga," ujar Emil.
Dengan demikian, kebijakan yang diambilnya akan sangat dirasakan manfaatnya oleh rakyat.
Dalam kunjungan ke Keraton Kanoman, Emil dan istri diterima langsung oleh Sultan Kanoman XII Pangeran Raja Emirudin. Sultan Kanoman
sebenarnya masih dalam masa pemulihan pascaoperasi, tetapi menyiapkan waktu untuk bertemu dengan Emil.
Ratu Raja Arimbi, perwakilan dari Keraton Kanoman, mengaku sangat senang dengan kehadiran Emil di keraton tersebut.
"Terima kasih atas kedatangannya, semoga apa yang diharapkan bisa terwujud," ungkap Arimbi.
Pada kesempatan itu, Arimbi pun menceritakan semua permasalahan yang selama ini harus dihadapi oleh keraton tersebut. Dimulai dari akses masuk ke keraton yang terhalang oleh pasar hingga konflik keluarga.
"Pasar Kanoman ada di alun-alun kami. Kalau tidak bisa pindahkan, kami minta ditata," ungkap Arimbi.
Sedangkan mengenai konflik keluarga, Arimbi pun menceritakan asal muasal konflik tersebut dari awal hingga kini. Selain itu, Arimbi juga meminta agar pemerintah memberikan perhatian yang lebih, tidak sekadar biaya pemeliharan keraton saja. Tapi juga pemberdayaan ekonomi di lingkungan keraton.
"Selama ini dana bantuan dari pemerintah memang ada. Tapi nilainya kurang untuk merawat keraton yang luas ini," ungkap Arimbi. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved