Ruang Politik Perempuan belum Setara

Dro/P-3
06/3/2018 09:29
Ruang Politik Perempuan belum Setara
(MI/M IRFAN)

FEMINISME terkait dengan kesetaraan dan kesempatan untuk mencapai peran tertinggi sesuai potensi yang dimiliki. Pendekatannya tidak hanya oleh perempuan dan anak perempuan, karena tujuan akhirnya ialah memerangi kemiskinan, ketidaksetaraan, dan pengucilan yang menjadi concern siapa pun juga.

"Memajukan hak dan kesempatan perempuan dan anak perempuan bukan hanya masalah bagi perempuan. Hal tersebut adalah urusan semua orang yang harus bertindak sebagai pejuang kesetaraan gender," tegas Duta Besar Kanada untuk Indonesia HE Peter MacArthur dalam sebuah diskusi di Jakarta, kemarin.

Dalam konteks memperingati Hari Perempuan Internasional, Peter meyakini bila diberikan kesempatan yang sama untuk berhasil, perempuan akan menjadi agen perubahan yang andal. Antara lain, dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, perdamaian, dan kerja sama, serta meningkatkan kualitas hidup keluarga dan masyarakat.

Berdasarkan Global Gender Gap Report 2015, kata dia, kesenjangan gender yang paling sulit dihilangkan terdapat dalam partisipasi politik. Hal tersebut terjadi karena perempuan menghadapi tantangan ganda. Bukan hanya karena hambatan signifikan untuk mencapai posisi kepemimpinan, melainkan juga ketika posisi tersebut didapat, perempuan cenderung sulit memberikan pengaruh nyata dalam perannya.

Untuk Indonesia dan sejumlah negara lain, Peter melihat banyak hambatan, terutama keterbatasan pendanaan untuk berperan di parpol. Oleh sebab itu, perlu diciptakan lapangan bermain yang sama dengan kaum pria secara akuntabel dan transparan.

"Bahkan, saat ini Timor Leste sudah jauh lebih progresif dan maju dengan banyaknya perempuan yang aktif dalam kepemimpinan politik. Indonesia masih sekitar 9%-10% saja," ungkap Peter.

Politikus Partai Golkar Hetifah Sjaifudian, dalam kesempatan yang sama, mengatakan rekan-rekannya satu partai banyak yang enggan mencalonkan kembali sebagai anggota legislatif karena pernah gagal pada pemilu sebelumnya.

"Kader kami banyak yang bagus dan berpengalaman, tapi ketika ditawari untuk maju lagi mereka tidak mau karena kapok di 2014," katanya dalam diskusi bertajuk Tantangan Perempuan di Tahun Politik.(Dro/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya