Victory-Joss Bangun Jalan Provinsi 3 Tahun

PO/P-2
05/3/2018 09:51
Victory-Joss Bangun Jalan Provinsi 3 Tahun
(MI/PALCE AMALO)

PASANGAN calon Gubernur (cagub) NTT Viktor Bungtilu Laiskodat-Josef Adreanus Nae Soi (Victory-Joss) akan menuntaskan pembangunan jalan provinsi dalam tiga tahun jika terpilih pada pilkada serentak 27 Juni 2018.

Hal itu disampaikan Viktor menjawab pertanyaan warga saat kampanye di Kabupaten Timor Tengah Selatan akhir pekan lalu.

"Dari periode ke periode, bahkan kami sudah punya cucu, jalan ke daerah kami masih seperti saat ini, tidak diaspal dan berlubang-lubang," kata Simon Nome, warga Desa Oinlasi, Kecamatan Amanatun Selatan, Timor Tengah Selatan, Sabtu (3/2) petang.

Jarak So'e, Ibu Kota Timor Tengah Selatan, ke Oinlasi hanya 44,4 kilometer (km), tetapi ditempuh selama 2,5 jam akibat jalan rusak.

"Jika kami dipercayakan memimpin NTT, jalan akan dibangun sekaligus di seluruh kabupaten. Saat ini jalan dibangun dengan cara mencicil," jawab Viktor yang didukung NasDem, Golkar, dan Hanura itu disambut tepuk tangan sekitar 3.000 warga yang memadati lokasi kampanye di lapangan sepak bola Oinlasi.

Setiap tahun, pemerintah daerah hanya mampu membangun 1 km jalan provinsi di setiap kabupaten. Akibatnya pembangunan jalan tidak pernah tuntas. Menurut Viktor, pihaknya akan mencicil uang ke pihak ketiga untuk mendanai pembangunan jalan tersebut.

Pasalnya, undang-undang memberikan peluang kepada kepala daerah untuk mencicil uang ke pihak ketiga.

Di NTT hanya Kabupaten Malaka yang membangun jalan di daerahya sekaligus mengunakan uang pihak ketiga.

Panjang jalan provinsi di NTT 2.850 km, sekitar 1.180 km saat ini dalam kondisi rusak. Untuk menuntaskan pembangunan jalan tersebut dibutuhkan anggaran antara Rp14 triliun-Rp15 triliun. Jalan akan dicor beton, diperlebar sampai 12 meter dan hotmix. Jika jalan sudah diperlebar, transportasi antardesa dengan kota lancar dan cepat.

Selain itu, distribusi hasil bumi ke pasar di kota juga lancar sekaligus mendorong investor untuk berinvestasi di daerah.

Warga lainnya, Amos Oematan dari Desa O'besi Kecamatan Mollo Selatan mengatakan, daerahnya memiliki mata air besar yang mengalir setiap musim ke empat kabupaten, yakni Kupang, Timor Tengah Utara, Malaka, dan Belu.

Namun, kondisi jalan ke desa tersebut sangat memprihatinkan, sempit berbatu, dan berlumpur.

Daerah ini juga menyuplai buah-buahan, seperti jeruk dan apel ke pasar tradisional. "Kami minta keadilan, kami juga minta jalan di sini dibangun lebih bagus," kata Amos Oematan.

Menjawab keluhan warga tersebut, Viktor mengatakan pembangunan jalan, listrik, air, sumber daya manusia, pertanian, dan pariwisata menjadi fokus utama. Kunjungan ke lokasi-lokasi wisata juga terhambat karena tidak ada akses jalan yang memadai.(PO/P-2)

#PILKADA



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya