Jokowi Bersiap Menanti Lawan

Rudy Polycarpus/X-3
05/3/2018 07:49
Jokowi Bersiap Menanti Lawan
(YOUTUBE PRESIDEN JOKO WIDODO)

PRESIDEN Joko Widodo dikenal gemar berolahraga, dari naik sepeda, memanah, joging, hingga bermain futsal. Namun, kemarin lewat blog videonya (vlog), Presiden memilih berlatih tinju di halaman Istana Bogor.

Tampak Jokowi melontarkan beragam teknik pukulan seperti jab, hook, dan straight ke arah Abed, pelatih tinju dari Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Bogor.

Meskipun hanya berlatih tinju, Jokowi berusaha tampil maksimal dengan sarung tinju, kaus tanpa lengan, dan celana training. Selain berlatih memukul, Presiden mengikuti semua instruksi Abed yang berulang kali melatih pukulan dan memperbaiki postur tubuh Kepala Negara.

Tentu jangan berharap Jokowi memperagakan teknik bertinju dan ke-tahanan fisik yang prima ala Floyd Mayweather atau Chris John. "Main tinju itu, aduh, berat, berat, berat. Cepat capek dan memerlukan ketahanan fisik yang tinggi," kata Presiden dalam vlog berdurasi 2 menit tersebut.

Namun, bagi Jokowi, pertarungan sebenarnya bukan di atas ring tinju, melainkan di Pilpres 2019. Itu pendapat Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah ketika menimpali vlog mantan Wali Kota Solo itu di akun Twitter-nya.

'Video bagus. Bagaimana kalau kita adu sama mantan Danjen Kopassus itu, ya? (Pilpres) 2019', tulis Fahri sembari menambahkan empat emoticon senyum di bagian akhir. Danjen Kopassus yang dimaksud Fahri ialah Prabowo Subianto, rival Jokowi pada Pilpres 2014.

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Gun Gun Heryanto menilai, sebagai politikus, Jokowi gemar menggunakan bahasa politik high context. Gaya komunikasi seperti itu menciptakan interpretasi polisemik yang multimakna.

Artinya, seperti Fahri, publik dapat menafsirkan latihan tinju Jokowi itu sebagai persiapan menuju pemilu tahun depan.

"Pada tahun politik, Jokowi banyak melemparkan komunikasi yang erat kaitannya dengan kontestasi elektoral. Ini sekaligus untuk testing the water atau melihat reaksi," ungkap Gun Gun, tadi malam.

Dalam konteks pilpres, vlog Jokowi itu dinilai menempatkannya sebagai petahana, bukan presiden. "Ini bagian dari psychology war. Dalam konteks pilpres, sebagai petahana alias juara bertahan posisi Jokowi diunggulkan. Pasalnya dalam berbagai hasil survei, elektabilitas Jokowi jauh mengungguli rivalnya."(Rudy Polycarpus/X-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya