Bekali Pemuda Wawasan Kebangsaan

Richaldo Y Hariandja
02/3/2018 08:06
Bekali Pemuda Wawasan Kebangsaan
(Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Letjen (Purn) Agus Widjojo (kanan -- MI/ ROMMY PUJIANTO)

PEMUDA merupakan aset bangsa. Oleh karena itu, penting agar pemuda diakomodasi dan dibekali wawasan kebangsaan untuk memperkukuh ketahanan bangsa.

"Saya percaya generasi muda saat ini lebih maju dan pandai. Mereka punya aset lebih baik ketimbang generasi yang lama," ucap Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Agus Widjojo dalam dialog wawasan kebangsaan bersama para tokoh pemuda, masyarakat, dan ormas Angkatan I tahun 2018.

Menurutnya, pemuda harus dibekali dengan wawasan kebangsaan dan semangat juang yang baik sehingga karakter pemuda akan terbentuk oleh tuntutan zaman sekalipun tidak diintervensi oleh pemerintah. "Nah, apalagi kalau diisi, tentu akan berdampak yang baik bagi bangsa," ujarnya.

Agus pun mengakui terdapat perbedaan tuntutan dan karakteristik di setiap generasi. Untuk generasi muda saat ini, perkembangan teknologi memainkan peranan penting dalam mewujudkan karakter pemuda yang memiliki ketahanan nasional.

Untuk itu penting mengarahkan para pemuda tahu keunggulan pribadi masing-masing untuk dapat dikembangkan. ''Itu supaya kita berani keluar dan bersaing, termasuk kita harus bisa menghilangkan sikap egoisme kita agar tidak ada lagi skeptisme, semakin dewasa kita akan tahu kalau skeptisme di kalangan anak muda itu tidak baik.''

Agus juga meminta agar nasionalisme tidak boleh dikalahkan oleh sentimen dan perbedaan pendapat dikatakan sebagai hal yang lumrah dalam demokrasi. "Tapi jangan sampai dia malah memecah belah kita, harus tetap berpegang pada Pancasila," terang Agus.

Dalam dialog tersebut, Agus meminta para peserta menghilangkan ego sektoral ataupun sentimen terhadap golongan tertentu. Selain itu, upaya pemerintah memacu investasi dari banyak negara seharusnya jangan dipandang negatif, justru harus didukung.

"Kalau memang ada satu bangsa yang hadir di negara kita karena investasi ini, jangan kita jadi sentimen. Kita harus bisa buktikan lebih maju dari negara lain dengan kemampuan kita. Buktikan kalau kita bisa lebih baik dari negara yang datang," ucap Agus.

Menurut Agus, mendorong investasi bertujuan untuk memajukan kesejahteraan masyarakat. Hal itu akan berujung pada penguatan ketahanan nasional.

Pentingnya Pancasila

Dalam kesempatan itu, hadir pula Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Said Aqil mengingatkan kembali pentingnya Pancasila sebagai pemersatu bangsa. "Kita hidup dalam perbedaan, itu harus jadi penguat kita.''

Said Aqil menyatakan komitmen dari PBNU dalam mengusung Pancasila sebagai ideologi bangsa. Ia pun mempersilakan siapa pun yang tidak setuju dengan Pancasila ya jangan tinggal di Indonesia.

''Di sini kan Pancasila lahir dan menjadi ideologi kita. Indonesia itu Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila," jelasnya.

Ia pun mengingatkan agar nasionalisme dijaga dengan baik sehingga tidak ada yang bisa mengganggu keutuhan bangsa dan negara. "Sejak 1915, ketika negara-negara Islam masih dipimpin Dinasti Ottoman Turki, Kiai Hasyim Asy'ari sudah merekomendasikan nasionalisme bagian dari iman. Sejak itu pula persoalan nasionalisme di Indonesia sudah tuntas."(P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya