Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PUCUK pimpinan Badan Narkotika Nasional (BNN) resmi berganti dari Komjen Budi Waseso ke Irjen Heru Winarko. Seusai melantik Heru di Istana Negara, kemarin, Presiden Joko Widodo meminta budaya kerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa diadopsi. Heru pun siap mengoptimalkan fungsi BNN.
Heru yang sebelumnya menjabat Deputi Penindakan KPK dilantik berdasarkan Keppres No 14/M Tahun 2018 tertanggal 28 Februari tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala BNN. Pengalaman di KPK itulah yang diharapkan Jokowi bisa diimplementasikan di BNN.
"Kami ingin agar BNN nantinya memiliki standar-standar yang baik seperti yang Pak Heru terapkan di KPK. Baik standar mengenai good governance, standar tata kelola organisasi," ujar Presiden.
Yang tak kalah penting, imbuh Jokowi, Heru harus membawa integritas dalam pemberantasan narkoba. Ia menyakini integritas mantan Kapolda Lampung itu telah terasa selama berkarier di KPK. "Karena di peredaran narkoba duitnya gede sekali, omzetnya gede sekali, gampang menggoda orang untuk berbuat tidak baik," pesan Kepala Negara.
Jokowi menuturkan pekerjaan rumah yang menanti Heru di BNN tidaklah ringan. Ia ingin BNN menekan secara maksimal pengguna narkoba, merehabilitasi pengguna, dan mencegah narkoba masuk ke Indonesia.
Ketua KPK Agus Rahardjo yang hadir dalam pelantikan menjelaskan usulan Heru sebagai Kepala BNN telah melalui proses diskusi panjang antara KPK dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. KPK mendukung penunjukan Heru karena memiliki rekam jejak mumpuni dan diharapkan mampu menjaga standar norma dan etika selama memimpin BNN.
Senada, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan salah satu budaya KPK yang bisa diterapkan di BNN ialah slogan 'Berani jujur hebat'. "Kalau salah adalah salah, kalau benar adalah benar. Kemudian transparansi, tidak akan mungkin korupsi kita hilangkan tanpa ada transparansi. Beliau (Heru) jadi agen perubahan nanti, membawa nuansa seperti yang ada di KPK diterapkan di BNN, itu yang paling kita harapkan,'' tutur Basaria.
Heru siap memberikan yang terbaik buat BNN. Ia menyatakan akan melanjutkan kebijakan-kebijakan pendahulunya, Budi Waseso. "Tentu dengan peningkatan bagaimana pencegahan dan pemberantasannya sehingga optimal," kata dia.
Menurut Heru, penanganan kasus korupsi dan narkoba tidak ada bedanya. Ia berjanji akan mengadopsi hal-hal baik di KPK untuk diterapkan di BNN. "Di sana ada pencegahan, di sini juga ada. Ini yang akan kami coba sharing," ujar lulusan Akademi Kepolisian 1985 itu.
Bandar besar
Budi Waseso yang pensiun dari Polri menegaskan bahwa Heru ialah orang terbaik pilihan Presiden. ''Pasti pengganti saya akan lebih baik daripada saya. Ini pasti ya harapan kita karena menghadapi narkotika itu memang harus orang-orang yang memiliki integritas, mental yang bagus, dan profesional.''
Harapan bahwa BNN akan lebih hebat di tangan Heru juga datang dari Ketua DPR Bambang Soesatyo. Ia mengharapkan sebagai komandan baru BNN, Heru terus menunjukkan komitmen dalam memberantas narkoba.
"Saya juga meminta Komisi III mendorong BNN untuk meningkatkan kerja sama dengan kepolisian, TNI, BIN, Bea dan Cukai, serta aparat lainnya guna membasmi peredaran narkotika di Tanah Air dan mencegah masuknya narkotika dari luar negeri yang semakin mengkhawatirkan," tukas Bambang.
Ketua Umum Gerakan Nasional Anti-Narkotika (Granat) Henry Yosodiningrat mengapresiasi pula dipilihnya Heru Winarko sebagai Kepala BNN yang baru. Dia menekankan, Heru harus bisa membekuk bandar besar yang selama ini memasok dan mengedarkan narkoba dalam jumlah besar ke Indonesia.
"Yang baru kan 1,3 ton dan 1,6 ton (sabu). Dia harus ungkap siapa pengirim dan penerima di Indonesia. Enggak mungkin dong enggak ada penerimanya,'' ujar Henry.(Nov/Mal/X-8)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved