Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PASANGAN calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat-Josef A Nae Soi (Viktor-Josef), siap mengolah seluruh lahan kering di daerah itu yang selama ini dibiarkan lantaran krisis air.
Luas lahan pertanian di NTT sekitar 1,5 juta hektare tersebar di seluruh kabupaten. Sebagian besar lahan tersebut hanya diolah pada musim hujan yang berlangsung selama tiga bulan. Sedangkan pada musim kemarau yang berlangsung selama sembilan bulan, lahan pertanian itu kering kerontang.
"Ke depan lahan tidur diolah. Pemerintah kirim alat berat untuk mengolah tanah dan siapkan air, memberikan bibit, dan melatih petani," kata Viktor saat kampanye di Desa Mnela Manen, Kecamatan Amanuban Timur, Timor Tengah Selatan, NTT, Kamis (1/3) petang.
Saat ini, Viktor mengaku sudah menyiapkan 150 pakar pertanian lahan kering yang baru kembali studi dari luar negeri. Mereka bersama petani akan membangun pertanian NTT berbasis lahan kering. Pertanian berbasis lahan kering juga sudah dikembangkan Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana Kupang dengan nama pertanian tetes.
"Teorinya tanaman itu dikasih minum, bukan mandi," kata politikus Partai NasDem itu.
Setelah berhasil, menurut Viktor, pemerintah akan membangun sebuah badan yang akan membeli seluruh hasil pertanian petani yang tidak terserap pasar.
"Badan yang dibentuk itu seperti bulog," katanya.
Dia mengatakan, metode ini sesungguhnya sudah diperkenalkan di Kabupaten Belu dan berhasil. Petani di kabupaten yang berbatasan dengan Timor Leste itu malah sudah mengekspor bawang merah ke negara tetangga tersebut.
Menurut Viktor, jika dia dan Josef terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, mereka akan sering datang ke desa-desa untuk mengurus rakyat. Dengan demikian, mereka dapat melihat langsung kesulitan yang dialami masyarakat yang selanjutnya memberikan solusi.
"Pemimpin harus membaktikan hati dan pikirannya untuk rakyat banyak," ujarnya disambut tepuk tangan ratusan warga yang menghadiri kampanye tersebut.
Viktor juga meminta warga memilih pemimpin yang tepat yang mencurahkan pikiran dan tenaganya untuk rakyat, pintar, jujur, dan tidak terlibat kasus korupsi.
Menurut dia, negara membutuhkan orang-orang yang sudah mapan sehingga berpikir serius untuk mengangkat harkat dan martabat banyak orang. Pemimpin dihormati bukan karena kedudukannya, melainkan pelayanannya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved