Surplus Beras dan Realitas Gudang Kosong

Erandhi Hutomo Saputra/X-11
01/3/2018 07:47
Surplus Beras dan Realitas Gudang Kosong
(MI/ERANDHI HUTOMO)

MENTERI Perdagangan Enggartiasto Lukita mengernyitkan dahi saat melihat kosongnya dua gudang Bulog di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Stok beras di gudang Tegalgirang, misalnya, hanya tersisa 600 ton dari kapasitas 2.000 ton. Lebih parah lagi di gudang Singakerta II, tersisa 93 ton dari kapasitas 21.500 ton.

Artinya, daerah yang biasanya mampu menghasilkan 1,7 ton beras dan menyuplai untuk Jawa Barat tersebut kini kekurangan beras.

"Jangan salahkan Bulog tidak mau menyerap karena faktanya memang belum ada panen," tegas Enggar di Indramayu, Selasa (27/2).

"Indramayu merupakan lumbung padi yang bisa mencukupi Jabar. Kemudian di pasar kita lihat beras masih dari Demak dan Sragen. Ini ironis, dia lumbung padi, tapi berasnya datang dari Jateng, gudang Bulog kosong," tambah Enggar.

Peninjauan langsung oleh Mendag ini lalu seolah-olah sebagai 'serangan balik' terhadap opini surplus beras. Kenyataannya memang beras di Pasar Baru Indramayu, Pasar Celancang Cirebon, dan Pasar Pagi Cirebon disuplai dari Jawa Tengah.

Meski demikian, Enggar meminta masyarakat tak khawatir soal kurangnya stok beras sebab sambil menunggu panen, akan ada suplai dari wilayah lain untuk menambal kekurangan.

Operasi pasar juga akan terus berjalan supaya harga beras medium berada di bawah harga eceran tertinggi (HET) Rp9.450.

"Kita akan teruskan dan intensifkan (operasi pasar), berapa pun akan kita gelontorkan," kata Enggar yang meyakinkan operasi pasar bukan memakai beras impor, melainkan sisa beras stok sekitar 600 ribu ton.

Sementara itu, Direktur Utama Bulog Djarot Kusumayakti mengatakan pihaknya tidak bekerja sendirian.

"Tahun ini kami melibatkan pedagang-pedagang untuk ikut menyalurkan beras dari Bulog dalam rangka masuk ke masyarakat. Jadi tidak boleh dijual lebih dari HET yang ada," ungkap Djarot.

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi, yang juga ikut dalam rombongan Mendag, menyayangkan kosongnya gudang Bulog.

Tulus mendukung penguatan stok yang dilakukan Kemendag dan operasi pasar oleh Bulog.

Namun, ia meminta beras impor jangan sampai bocor ke pasar karena akan mengakibatkan harga beras jatuh di musim panen.

Kemendag dan Bulog, tambah Tulus, juga harus mampu mengatasi distorsi dalam harga beras, seperti kemungkinan adanya spekulan perdagangan beras.

"Beras adalah bahan makanan utama rakyat Indonesia. Pemerintah harus mampu menjaga keamanan pasokan beras sehingga harganya terjangkau bagi konsumen," tukasnya.(Erandhi Hutomo Saputra/X-11)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya