Sistem Oke,Kepala Daerah Tetap Korupsi

Put/Dro/HM/X-5
01/3/2018 07:17
Sistem Oke,Kepala Daerah Tetap Korupsi
(ANTARA/JOJON)

MENTERI Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menegaskan seluruh kepala daerah di semua tingkatan memahami area rawan korupsi. Pasalnya, pihaknya rutin memberikan sosialisasi dan pelatihan mengenai prosedur tata kelola pemerintahan daerah.

Berbagai sistem yang dibentuk mulai e-government hingga e-procurement untuk transparansi pemerintahan dan anggaran pun, kata Mendagri, sudah digunakan di seluruh daerah.

"Jadi, seluruh kepala daerah itu sudah paham areanya, bagaimana sistem untuk mencegahnya. Saya prihatin, ya, jika masih saja ada yang tertangkap operasi tangkap tangan oleh KPK," kata Tjahjo di Jakarta, kemarin.

Hal itu ditegaskan Mendagri terkait dengan penangkapan Wali Kota Kendari Adriatma Dwi Putra dan calon Gubernur Sulawesi Tenggara, Asrun. Tjahjo menegaskan sosialisa-si tersebut tidak hanya dilakukan Kemendagri, tetapi juga langsung oleh Presiden Joko Widodo.

"Di depan seluruh kepala daerah, Pak Presiden pernah mengingatkan area rawan korupsi dan pencegahan serta menjalankan tata kelola pemerintahan yang baik. Tapi tetap saja ada yang tertangkap. Salah sistemnya? Tentu tidak," ujar Tjahjo.

Selain Wali Kota Kendari, penyidik KPK juga menangkap mantan Wali Kota Kendari Asrun dalam operasi tangkap tangan tersebut. Asrun saat ini menjadi calon Gubernur Sultra pada Pilkada 2018.

Setelah diperiksa di Kantor Polda Sultra, lembaga antirasywah memboyong Adriatma dan sang ayah serta lima orang ke Jakarta. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menetapkan status para terperiksa.

Sebelumnya semua terperiksa ditangkap di sebuah rumah makan di Jalan Syekh Yusuf, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, sekitar pukul 22.00 Wita, Selasa (27/2).

Berdasarkan sumber Media Indonesia, penangkapan tersebut diduga terkait dengan kasus suap megaproyek jalan lingkar dan proyek tambak labu di Teluk Kendari.

Selain sebagai Wali Kota Kendari, Adriatma menjabat Sekretaris Umum DPW PAN Sulawesi Tenggara. Dia dilantik sebagai Wali Kota keenam Kendari pada 9 Oktober 2017 saat berusia 28 tahun 5 bulan.

Ayah Adriatma, Asrun, maju sebagai cagub Sultra berpasangan dengan Hugua. Mereka diusung PAN, PDIP, PKS, Partai Hanura, dan Partai Gerindra.(put/Dro/HM/X-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya