Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TERDAKWA kasus bom Sa-rinah Aman Abdurachman bersikukuh menjawab tidak tahu-menahu ketika ditanya hakim dalam sidang lanjutan peristiwa bom yang meledak di kawasan Sarinah, Thamrin, Januari 2016. Aman, terdakwa kasus bom Sarinah, diduga sebagai otak di balik serangkaian aksi terorisme bom tersebut.
"Tidak tahu-menahu," jawab Aman saat ditanyai hakim Akhmat Jaini, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, kema-rin.
Aman menolak kesaksian dari tiga saksi yang dipanggil. Akibat sikap Aman, salah seorang saksi Ipda Dodi Maryadi merasa kesal. Dodi bahkan sempat menimpali Aman. "Tapi, Allah tahu," kata Dodi menanggapi sikap Aman, seperti dilansir medcom.id.
Pada sidang sebelumnya, Jumat (23/2), Aman juga menge-luarkan jawaban serupa di persidangan. Ia kukuh menjawab tidak tahu atas perta-nyaan-pertanyaan hakim dan keterangan dari para saksi.
Sidang lanjutan kasus bom Thamrin ini merupakan rangkaian ketiga dari sidang atas terdakwa terorisme Aman Abdurahman. Tiga saksi yang dihadirkan kemarin merupakan korban insiden bom tersebut. Mereka terdiri dari dua orang polisi yaitu Ipda Dodi Maryadi dan Ipda Suhadi, serta satu orang warga sipil yaitu John Hansen.
Sidang dimulai pada 10.10 WIB dipimpin hakim Akhmad Jaini. Agenda sidang untuk mendengarkan keterangan dari para saksi dalam penyi-dikan atas terdakwa Aman Abdurrahman yang diduga sebagai dalang di balik teror bom Sarinah.
Aman alias Oman Rochman alias Abu Sulaiman bin Ade Sudarma sudah berulang kali ditangkap polisi akibat kasus terorisme. Aman dijerat Pasal 14 jo Pasal 6 Perppu Nomor 1 Tahun 2002 yang telah ditetapkan menjadi UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberan-tasan Tindak Pidana Terorisme. Aman diduga berperan sebagai pengendali aksi teror bom Thamrin.
Insiden bom Thamrin yang terjadi pada Kamis, Januari 2016 menelan korban hingga 33 orang. Delapan orang di antaranya tewas, termasuk pelaku. Adapun 25 orang mengalami luka yang terdiri dari polisi dan warga sipil.(Medcom/P-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved