Dana Awal Kampanye Marianus Paling Kecil

PO/P-4
28/2/2018 08:58
Dana Awal Kampanye Marianus Paling Kecil
(ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)

DANA awal kampanye pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur Marianus Sae-Emilia Nomleni terendah jika dibandingkan dengan dana awal kampanye pasangan lain.

Sesuai laporan KPU Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dana awal kampanye pasangan Marianus-Emilia sebesar Rp1 juta. Adapun dana awal kampanye pasangan Viktor Bungtilu Laiskodat-Josef A Nae Soi (Victory-Joss) ialah yang tertinggi yakni sebesar Rp1 miliar.

Pasangan lain, Benny K Harman-Benny Litelnoni (Harmoni), menyerahkan dana kampanye awal sebesar Rp501 juta, dan pasangan Esthon Foenay-Christian Rotok (Esthon-Chris) sebesar Rp150 juta.

Ketua KPU NTT Maryanti Adoe mengatakan dana yang dilaporkan tersebut belum final, baru dana awal.

"Nanti 24 Juni, pasangan calon gubernur akan melaporkan dana kampanye mereka secara keseluruhan," kata Maryanti di Kupang, kemarin.

Dana awal kampanye tersebut merupakan dana periode pertama pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur. KPU membatasi dana awal kampanye cagub-cawagub tidak lebih dari Rp145 miliar.

Selanjutnya para calon harus menyerahkan laporan penyerahan sumbangan dana kampanye pada 20 April, serta pe-nyerahan laporan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye pada 21 Juni.

Sementara itu, dana kampanye yang ditayangkan di laman KPU NTT memperlihatkan dana kampanye pasangan Esthon-Chris baru terpakai Rp87,5 juta, sedangkan pasangan lainnya sama sekali belum melaporkan penggunaan dana kampanye.

Dana kampanye pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur digunakan antara lain untuk operasional pertemuan terbatas, iklan di media massa, pembuat-an alat peraga kampanye, penyebaran alat peraga kampanye, dan pembelian peralat-an untuk kepentingan kampanye.

Sementara itu, PDI Perjuangan tetap bertekad memenangkan Marianus Sae yang sedang berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Marianus terjaring operasi tangkap tangan KPK belum lama ini.

"Semua struktur partai yang berasal dari NTT sudah melakukan pertemuan khusus di Bali untuk menyatukan tekad dan strategi dalam rangka memenangkan Marianus Sae-Nomleni pada pemilihan gubernur," kata Ketua Desk Pilkada DPD PDI Perjuangan NTT Yunus Takandewa di Kupang, kemarin.

Menurut dia, undang-undang tidak memperbolehkan partai politik mencabut dukungan terhadap calon kepala daerah kecuali yang bersangkutan meninggal dunia atau tidak mampu melaksanakan tugasnya secara permanen.

Ketua DPD PDI Perjuangan NTT Frans Lebu Raya menegaskan tidak ada kata mundur untuk mendukung Marianus-Nomleni pada pilgub nanti. "Semua struktur partai siap bekerja dalam memenangkan pilgub nanti," kata Frans yang merupakan Gubernur NTT.(PO/P-4)

#PILKADA



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya