Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat Deni Ahmad Haidar meminta Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama agar menjaga kiai dan ulama menyusul kekerasan terhadap mereka di tempat ibadah (masjid) yang terjadi pada beberapa hari lalu.
Saat ini Ansor Banser di Jawa Barat sudah bekerja sama. Selain dengan seluruh pesantren juga dengan pihak kepolisian.
Ini merupakan upaya antisipasi terhadap pergerakan yang mengancam keselamatan kiai dan ulama ketika mereka berada di tempat ibadah (masjid).
Menurut Deni, Ansor tidak akan membiarkan orang yang ingin menghancurkan dan menyakiti para kiai dan ulama yang dijadikan korban kekerasan ketika mereka tengah berada di masjid.
"Ansor Banser siap untuk berdiri dengan merapatkan barisan melindungi para tokoh dan pemuka agama, khususnya di Jawa Barat, umumnya di Indonesia dari ancaman orang-orang tidak bertanggung jawab," kata Deni Ahmad Khaidari di Purwakarta, kemarin.
Deni mengharapkan Ansor untuk tetap konsisten dengan menunjukkan ghiroh, fikroh, harakah, dan amaliyah (semangat dengan pemikiran, pergerakan dan amalan) sehingga dengan demikian keutuhan NKRI akan terjaga.
Intoleran
Di Yogyakarta, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengutip hasil penelitian Wahid Institut pada 2017 yang menunjukkan bahwa 50% rakyat Indonesia ini tidak toleran atau intoleran.
Hal itu dikatakan Mahfud MD saat audensi dengan masyarakat Bantul, DIY Istimewa Yogyakarta,Jumat (2/2) di Pendapa Kabupaten Bantul. "Hasil penelitian Wahid Institut 2017 itu 50% rakyat Indonesia intoleran, tapi intoleran di sini bukan dalam arti ikatan antaragama, tetapi sikap antarorang ke orang,'' kata Mahfud yang juga Ketua Parampara Praja.
Parampara Praja merupakan lembaga di DIY yang berfungsi sebagai Dewan Pertimbangan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta.
Mahfud MD mencontohkan intoleran tersebut bisa terjadi antar0orang sesama agama, seperti orang Islam yang intoleran terhadap orang Islam karena tidak suka pilihan masing-masing atau lainnya.
Menurutnya, intoleran itu sifat yang tidak suka terhadap pilihan hidup orang lain yang diekspresikan dengan langkah-langkah atau melalui tindak kekerasan maupun tekanan psikis.
Mahfud menegaskan intoleran dengan gerakan radikalisme itu sesuatu hal yang berbeda. Radikalisme tersebut ialah gerakan-gerakan menentang sistem pemerintahan atau kaitannya identitas etnik.
Oleh sebab itu, angka radikalisme di Indonesia itu tidak sama dengan angka intoleran. Radikalisme itu biasanya primordialisme indentitas, sedangkan intoleran itu antarorang, antarkeluarga atau antarkelompok, dan sebagainya.
Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengakui akhir-akhir ini intoleran di Bantul demikian menonjol. Karena itu, ia meminta pentingnya melakukan sosialisasi kehidupan toleransi dan keberagaman terus dilakukan.
"Hampir seluruh kecamatan di Bantul punya potensi ancaman terhadap keharmonisan masyarakat," imbuhnya.
Karena itu, Pemkab Bantul mendorong FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Bantul kegiatannya sampai di level kecamatan, bahkan desa.(AU/Ant/P-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved