OSO Minta Kader Pasang Foto Wiranto

Medcom/P-1
23/2/2018 08:43
OSO Minta Kader Pasang Foto Wiranto
(MI/M IRFAN)

PARTAI Hanura resmi mengusung Ketua Dewan Pembina Wiranto sebagai calon wakil presiden dalam Pilpres 2019. Deklarasi disampaikan Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) dalam acara syukuran setelah lolos sebagai peserta pemilu.

"Dari pandangan dan komitmen saya, sudah pantas saya mengatakan Pak Wiranto adalah calon saya menjadi wakil presiden," kata OSO dalam sambutannya di kawasan Kuningan, Jakarta, kemarin, seperti dilansir medcom.id, kemarin

Pernyataannya disambut tepuk tangan kader dan pengurus partai yang hadir. "Saudara kenapa orang lain boleh, kenapa kita enggak boleh? Kita sebuah partai, berdiri saudara, nyatakan Pak Wiranto sebagai wapres," teriak OSO.

OSO meminta seluruh kader hingga tingkat paling rendah menyosialisasikan hal ini kepada publik. "Saya perintahkan untuk memasang foto-foto Pak Wiranto di seluruh Indonesia," tegas OSO.

Wiranto yang dimintai tanggapannya seusai acara syukuran menegaskan saat ini ia hanya ingin berkonsentrasi menjalankan tugas sebagai menko polhukam, "Saya tidak akan melakukan sesuatu yang akan mencederai tugas pokok saya," cetusnya.

Bursa kandidat cawapres memang mulai memanas. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga bergerak menyosialisaskan cawapres, yakni Muhaimin Iskandar. Bahkan, mereka sudah memasang spanduk-spanduk politikus yang akrab disapa dengan sebutan Cak Imin tersebut di sejumlah kota besar.

Langkah agresif PKB itu mendapat sindiran Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto. Ia menyatakan penentuan figur yang layak mendampingi Joko Widodo sebagai cawapres dalam Pilpres 2019 bukan berdasarkan pemasangan spanduk, melainkan melalui dialog dan perenungan.

Di kesempatan berbeda, politikus PKB Lukman Edy mengemukakan tiga nama ketua umum partai politik, yakni Muhaimin Iskandar, Zulkifli Hasan, dan Romahurmuzy masing-masing memiliki kans mendampingi Jokowi di pilpres mendatang. Ketiganya, kini hanya tinggal mengadu elektabilitas.

"Ya, mereka bertiga tinggal bersaing elektabilitas aja. Nah, bagus kalau kemudian bertiga ini ada kesepakatan untuk pada saatnya menyatu, itu jauh lebih bagus," ujar Lukman, kemarin.

Lukman mengatakan ketiga tokoh muda itu rutin berkumpul membahas isu-isu kebangsaan. Ia mendorong ketiganya merembukkan cawapres yang bakal mendampingi Jokowi.(Medcom/P-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya