Anggaran Pilgub Sulsel Dipangkas

LN/Ant/P-1
23/2/2018 08:41
Anggaran Pilgub Sulsel Dipangkas
(ANTARA FOTO/Yusran Uccang)

ANGGARAN untuk Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan 2018 akan berkurang dari jumlah yang disetujui dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) sebesar Rp456 miliar pada akhir 2017 lalu. Jumlah yang dipangkas tergantung pada hasil kaji ulang anggaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel.

Menurut Kepala Inspektorat Sulsel Lutfi Natsir, saat ini pihaknya masih menunggu administrasi persuratan dari Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Sulsel sebelum melakukan proses kaji ulang anggaran KPU.

"Memang ada perubahan terkait estimasi anggaran dari asumsi enam pasangan calon, sekarang hanya empat pasangan calon. Karena ini terkait penyediaan alat peraga, dukungan lainnya," tutur Lutfi.

Kepala BPKD Sulsel Andi Arwin Azis memastikan anggaran KPU untuk Pilgub Sulsel akan dikaji ulang. Kendati begitu, Arwin menyatakan yang punya kewenangan untuk melakukan kaji ulang ialah Inspektorat Sulsel. "Belum di-review. Kalau ada review, menjadi tugas dari inspektorat," ungkap Arwin, di Makassar, kemarin.

Arwin sebelumnya memaparkan anggaran yang disetujui untuk KPU sebelum penandatanganan NPHD memakai asumsi jumlah pasangan calon yang ikut dalam Pilgub Sulsel 2018 sebanyak enam pasang. Dengan berkurangnya paslon menjadi empat pasangan, tentu akan ada konsekuensi kelebihan anggaran dari jumlah yang disetujui dalam NPHD pada akhir 2017.

Dari total anggaran KPU Sulsel dalam NPHD yang sebesar Rp456 miliar, BPKD sejauh ini sudah melakukan pencairan sebanyak dua tahap. Pertama, sebesar Rp77,3 miliar dari APBD 2017, dan Rp108 miliar dari APBD 2018 pada awal Februari ini.

"Sisanya sekitar Rp270 miliar. Masih mungkin dua tahap pencairan. Namun, kan tidak semuanya karena nanti ada kaji ulang," pungkas Arwin.

Sesuai dengan penetapan KPU Sulsel, ada empat paslon yang berlaga di Pilgub Sulsel. Pasangan nomor 1 Nurdin Halid-Abd Aziz Qahhar Mudzakkar yang didukung Golkar, NasDem, Hanura, PKB, dan PKPI. Kemudian, paslon nomor 2 Agus Arifin Numang-Tanribali Lamo yang diusung Gerindra, PBB, dan PPP.

Pasangan nomor 3 ialah Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman yang diusung PDIP, PAN, dan PKS. Nomor urut 4, pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar yang datang melalui jalur independen.

Dalam kampanye, kemarin, Ichsan- Andi melontarkan wacana tidak wajib berseragam bagi siswa. Kebijakan itu bakal menjadi hal pertama yang diterapkan jika mereka terpilih.(LN/Ant/P-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya