Hoaks Marak di Daerah Berelektoral Tinggi

Hnr/Pol/Sru/X-10
23/2/2018 08:11
Hoaks Marak di Daerah Berelektoral Tinggi
(Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari -- MI/SUSANTO)

MARAKNYA kasus ujaran kebencian dan hoaks di Jawa Barat, Banten, dan Jawa Timur disebabkan faktor elektoral dan sosial budaya.

Menurut Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari, ketiga wilayah itu memiliki dua kesamaan, yakni menjadi basis santri serta memiliki basis elektoral yang tinggi.

"Ketiganya wilayah santri yang memiliki sensitivitas tinggi. Banten dan Jabar itu daerah penyokong utama (aksi) 212. Lalu, basis elektoralnya juga tinggi," ujarnya ketika dihubungi kemarin.

Suburnya penyebaran hoaks di Banten, Jabar, dan Jatim itu berdasarkan pemetaan Polri.Menurut Qodari, potensi penyebaran hoaks di tiga daerah tersebut akan tetap tinggi karena akan menjadi fokus utama parpol mencari dukungan. "Pada tahun politik, ketiga daerah itu tetap akan tinggi penyebaran hoaks karena parpol akan banyak berebut suara di sana."

Ketua Pusat Studi Politik & Keamanan (PSPK) Universitas Padjadjaran Muradi mengatakan maraknya hoaks dan ujaran kebencian di Jabar tidak terlepas dari sikap tidak permisif masyarakat terhadap perbedaan sikap politik. "Hoaks itu karena sikap warga yang tidak permisif terhadap warna politik berbeda," katanya ketika dihubungi di tempat terpisah, kemarin.

Menurut dia, masyarakat Jabar secara garis besar terbagi atas dua kelompok, yakni nasionalis dan religius.

Masyarakat religius, sambung dia, merasa tidak nyaman dengan kelompok nasionalis. Kalangan nasionalis dipersepsikan sebagai kelompok sekuler. "Sebagian warga Jabar merasa lebih nyaman dengan kelompok nasionalis dengan warna agama atau nasionalis religius," kata dia.

Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri, sambung Muradi, dipersepsikan sebagai sosok yang nasionalis. "Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto dipersepsikan lebih religius."

Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto menyatakan sudah mengantongi sejumlah akun penyebar hoaks terkait kekerasan terhadap pemuka agama. Dari hasil penyelidikan, katanya, penyebaran hoaks dilakukan secara terstruktur dan sistematis.(Hnr/Pol/Sru/X-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya