Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
POLRI telah membentuk tim investigasi khusus untuk mencari keterkaitan antara pelaku penyebar ujaran kebencian dan kejadian penganiayaan terhadap sejumlah tokoh agama.
Karopenmas Polri Brigjen Mohammad Iqbal mengatakan tim khusus yang diperintahkan Kapolri itu dipimpin Kasatgas Brigjen Gatot Edi dan telah bergerak ke Yogyakarta, Jawa Timur, dan Jawa Barat.
"Ada puluhan timnya. Hasil sementara belum ada. Tim sedang bekerja. Kemarin sudah ditangkap 18 tersangka. Ini menunjukkan jangan sampai pelaku hate speech memanfaatkan situasi. Ingin memperkeruh situasi," ungkap Iqbal di Jakarta, kemarin.
Sementara itu, aparat keamanan bersama pemerintah daerah membentuk satgas pengamanan penyakit masyarakat demi menangani orang-orang tidak waras di Cirebon, Jawa Barat.
"Orang tidak waras itu juga warga negara, perlu dibina. Kita harus waspada, tetapi jangan panik," ungkap Kapolres Cirebon Kota AKB Adi Vivid Bactiar di Cirebon, kemarin.
Adi menambahkan, pihaknya juga akan terus bersilaturahim ke sejumlah pesantren di Cirebon untuk memberikan rasa aman sehingga warga pesantren tetap dapat beraktivitas seperti biasa.
Polres Sukabumi Kota memilih mengaktifkan kembali program sistem keamanan lingkungan di setiap pondok pesantren. "Setiap santri akan diberi materi pemahaman dasar menyangkut keamanan dan ketertiban lingkungan, termasuk bagaimana bila ada tersangka atau cara mengamankan barang bukti," ujar Kapolres Sukabumi Kota, AKB Susatyo Purnomo Chondro.
Masih di Jawa Barat, Pemkot Tasikmalaya menggerakkan Komite Intelijen Daerah untuk menyelidiki simbol tanda silang yang ditulis di gedung Pondok Pesantren Sulalatul Huda, Kecamatan Cihideung.
"Kominda beranggotakan 40 orang dari polisi, Kesbangpol, TNI, ulama, dan tokoh masyarakat. Mereka bergerak untuk mengantisipasi orang yang mencurigakan," ungkap Kepala Kesbangpol, Kota Tasikmalaya, Deni Diyana.
Sementara itu, Polda Jawa Timur kemarin memastikan penyerangan terhadap tokoh agama di Lamongan dan Tuban bukan termasuk teror terhadap tokoh agama, melainkan hanya ulah orang tidak waras biasa.(Sru/UL/AD/ST/FL/YK/CS/BB/RF/X-11)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved