Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo mengajak para ulama turut meyukseskan Pemilihan Kepala Daerah serentak 2018 dengan menciptakan kesejukan kepada masyarakat.
Peran ulama, kata Presiden, diyakini bisa mengurangi ujaran kebencian, saling mencemooh, fitnah, dan kabar bohong alias hoaks yang biasanya marak menjelang tahun politik.
Dengan demikian, kontestasi lima tahunan bisa berjalan lancar tanpa mengorbankan persatuan dan persaudaraan sesama anak bangsa.
"Saya ingin mengajak untuk memberikan kesejukan terutama di daerah yang berlangsung pilkada baik pilgub, pilwalkot, dan pilbup. Jangan ada di media sosial saling mencemooh, menjelekkan, memfitnah, saling menebar kabar bohong, hoaks, yang itu sangat dilarang oleh agama," ujar Jokowi saat menghadiri Zikir Kebangsaan dan Rakernas I Majelis Dzikir Hubbul Wathon di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (21/2).
Peran ulama bagi pemerintah, sambung Presiden, sebagai pemandu sekaligus penyalur aspirasi masyarakat, khususnya dari kalangan umat dan pondok pesantren. Ulama juga berperan sebagai jembatan komunikasi pemerintah dengan masyarakat atas proses pembangunan yang tengah dan sudah dijalankan.
"Pemerintah juga berkepentingan menyampaikan mengenai program-program yang telah dilakukan. Inilah tugas kita bersama, ulama, umara, untuk menjaga negara kita tetap sejuk, aman, damai, tak ada konflik apapun, sehingga kemakmuran bisa ditingkatkan," pesan Kepala Negara.
Acara yang mengangkat 'Memperkokoh Komitmen Islam Kebangsaan Menuju Orde Nasional dihadiri oleh para ulama, seperti tokoh sepuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) KH Maimoen Zubair serta Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin.
Ma'ruf berharap, forum zikir tersebut selain bisa mengeratkan kerukunan semua komponen bangsa, juga membina hubungan baik ulama dengan pemerintah. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved