Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DUKUNGAN kepada pasangan nomor urut 2 di pilkada Bali, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta), terus mengalir dari berbagai kalangan. Kali ini giliran ratusan orang dari Komunitas Muslim Jembrana.
Hal itu disampaikan Ketua Komunitas Muslim Jembrana Ustaz Jakfar Shadiq saat menemui langsung I Ketut Sudikerta di Denpasar, kemarin. Dalam pertemuan tersebut Jakfar Shadiq membawa belasan tokoh muslim asal Jembrana, di antaranya para imam masjid, para guru mengaji, dan pengurus pondok pesantren.
Ia mengatakan pihaknya memutuskan untuk mendukung Mantra-Kerta seusai melihat berbagai kinerja keduanya, khususnya Sudikerta yang selama ini menjadi Wakil Gubernur Bali.
"Kami memutuskan mendukung Mantra-Kerta karena sudah terbukti di masyarakat, khususnya Pak Sudikerta selama menjabat wakil gubernur sudah banyak berbuat di masyarakat, khususnya di Jembrana, berobat gratis, pendidikan gratis."
Sudikerta pun berterima kasih atas dukungan dari kalangan muslim Jembrana tersebut. Ia mengatakan bahwa itu menandakan pasangan Mantra-Kerta dapat diterima di semua kalangan di Bali.
"Kami berterima kasih atas dukungan itu. Ini berarti Mantra-Kerta dapat diterima semua pihak," paparnya.
Sudikerta juga mengatakan, apabila terpilih dalam pilgub mendatang, pihaknya mengaku akan menjadi pemimpin yang mampu berdiri di atas semua golongan.
Di sisi lain, Ketua DPD Partai Demokrat Bali Made Mudarta mengatakan survei terakhir menunjukkan sebanyak 34% masyarakat Bali belum menentukan pilihan.
Hal itu disebabkan masyarakat dalam jumlah tersebut kurang respons dengan pemberitaan di media dan tidak mengikuti perkembangan media sosial.
"Umumnya jumlah sebanyak 34% ini belum menentukan pilihan. Mereka lebih banyak dari pedalaman atau di desa-desa di Bali, berusia di atas 50 tahun dan tidak sering menggunakan media sosial seperti laptop, handphone, dan internet lainnya," ujarnya.
Jumlah 34% itu merupakan pemilih potensial yang karena sesuatu dan lain hal belum bisa menentukan pilihan akibat mereka tidak tahu baik figur, program, maupun visi-misi para calon.(OL/P-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved