Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Presiden Jusuf Kalla meminta kepolisian mengusut penyerangan terhadap tokoh agama dan tempat ibadah belakangan ini. Hal itu disampaikan Jusuf Kalla kepada wartawan Media Indonesia Astri Novaria yang mengikuti kunjungan kerja Wapres ke Jepang.
"Itu menjadi tanda tanya karena hampir semua (pelakunya) dituduh gila. Apakah ada yang mengakomodasi orang gila untuk (menyerang)? Ini serius. Orang gila itu kan bisa saja dikasih sedikit ngamuk-ngamuk. Bisa saja ada yang mendorongnya berbuat begitu sehingga kalau orang gila, habis di situ (penanganan kasusnya)," kata Jusuf Kalla di Osaka, Jepang, kemarin.
Dua kejadian terakhir yang menyita perhatian ialah penyerangan di Gereja Katolik Santa Lidwina Bedog, Sleman, Derah Istimewa Yogyakarta, dan dugaan penganiayaan terhadap kiai di Lamongan, Jawa Timur. Kedua peristiwa itu diduga dilakukan orang yang mengalami gangguan jiwa.
"Itu tidak memilih-milih agama. Ada Islam, Buddha, Kristen, dan Katolik. Apakah mungkin itu terjadi (karena orang gila)? Mungkin ada yang mengoordinasi atau dia pura-pura gila?" lanjut Kalla.
Psikolog forensik Reza Indragiri Amriel berpendapat indikasi seseorang mengalami gangguan jiwa (ODGJ) menyerang pemuka agama harus dibedah dengan spesifikasi lebih dalam. "Agar pelaku sesungguhnya tidak memanfaatkan Pasal 44 KUHP yang memberikan pembebasan bagi pelaku dengan kondisi tidak waras."
Ketua Setara Institute Hendardi menilai situasi kemajemukan bangsa di tahun politik ini semakin memburuk. "Apalagi saat ini tampak ada politisasi identitas sebagai bentuk populisme agama. Kami mengingatkan kembali hakikat kebangsaan yang majemuk."
Mabes Polri telah membentuk satgas khusus untuk mengusut kasus penyerangan tokoh-tokoh agama di beberapa daerah.
"Apakah terkait satu sama lain, kami belum tahu," tandas Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto.(Try/Gol/Mal/X-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved