Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH memutuskan untuk menghentikan sementara seluruh proyek konstruksi infrastruktur layang (elevated) seperti tol, light rail transit (LRT), dan jembatan yang tengah dijalankan.
Keputusan itu disepakati bersama oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera), Kementerian BUMN, dan Kementerian Perhubungan pascatragedi jatuhnya bekisting pierhead pada proyek pembangunan ruas Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) yang dikerjakan PT Waskita Karya.
"Kami sepakat menghentikan sementara pekerjaan pembangunan infrastruktur layang yang berat di seluruh Indonesia. Mulai tol di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, jembatan di Papua, LRT, semua yang elevated. Kami akan evaluasi terlebih dulu secara menyeluruh, desainnya, metodologi kerjanya, standar operasional prosedurnya, sumber daya manusianya, peralatannya, bahkan pengawasnya," ujar Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono di Jakarta, kemarin.
Namun, ia menekankan penghentian itu hanya berlaku pada proyek yang memiliki struktur layang. Pembangunan lain seperti bendungan, tol di atas tanah, pengaspalan, dan proyek lain tidak akan dihentikan.
Kendati pengerjaan proyek dihentikan sementara, Basuki mengatakan hal itu tidak akan mengganggu target pembangunan. Pasalnya evaluasi diperkirakan hanya memakan waktu satu hingga tiga pekan.
"Berapa lama itu tergantung evaluasinya. Hasilnya nanti dilaporkan kepada Komite Keselamatan Konstruksi (KKK) untuk diputuskan apakah proyek itu bisa lanjut atau tidak. Hasil itu juga tidak harus dikeluarkan bersamaan," terangnya.
Selama dua tahun terakhir setidaknya terdapat 14 kecelakaan konstruksi, 7 di antaranya dikerjakan Waskita Karya (lihat info grafis).
Dalam kesempatan berbeda, Presiden Joko Widodo pun meminta meminta Kementerian PU-Pera memperketat pengawasan terhadap pengerjaan konstruksi pembangunan infrastruktur.
Hal itu disampaikan Presiden menyusul kecelakaan kerja pada proyek Tol Becakayu yang membuat tujuh orang terluka. "Tadi sudah saya sampaikan ke Menteri PU, pengawasan diperketat," ujar Presiden di Istana Negara, Jakarta, kemarin.
Menurut Kepala Negara, pengawasan atas pembangunan infrastruktur perlu lebih rutin dan diperketat, terutama untuk proyek yang konstruksinya di atas atau layang.
Tetap jalan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan pekerjaan pembangunan jalur layang proyek LRT di Rawamangun, Jakarta Timur, tidak akan terhenti menyusul pengumuman Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono.
"Tidak ada penundaan. Semua proyek jalan terus. Semua. Semua pekerjaan bawah jalan terus. Pekerjaan di atas seperti pemasangan di atas itu yang ditunda dulu. Jadi, bukan proyeknya berhenti," tegas Anies di Balai Kota DKI Jakarta, kemarin.
Anies menambahkan, ia telah menghubungi Basuki untuk tidak menghentikan proyek itu. Namun, akan ada penundaan untuk proyek-proyek LRT bagian atas. Penundaan digunakan untuk pembahasan sekitar 2-3 hari.
Ia bersama Menteri PU-Pera berharap proyek LRT Jakarta tetap berjalan dan dapat rampung sebelum perhelatan Asian Games 2018 dimulai.
Menteri BUMN Rini Soemarno menegaskan pihaknya tidak segan merombak jajaran direksi BUMN Karya yang terbukti lalai dalam melaksanakan pembangunan infrastruktur hingga mengakibatkan kerugian bahkan korban jiwa.
"Itu pasti akan dievaluasi," tegasnya.
Di sisi lain, Kapolres Jakarta Timur Kombes Yoyon Tony Surya Putra menjelaskan pihaknya masih menyelidiki jatuhnya cetakan kepala pilar proyek Tol Becakayu, kemarin.
Beberapa saksi telah dimintai keterangan dari insiden yang mengakibatkan tujuh pekerja luka-luka itu.(Pol/Tes/Mal/Aya/AT/AU/X-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved