Nasionalis-Religius Satu Kesatuan

Haryanto
20/2/2018 08:31
Nasionalis-Religius Satu Kesatuan
(MI/HARYANTO)

KIAI Haji Maemoen Zubaer atau yang lebih akrab disapa Mbah Moen mendoakan putranya, Taj Yasin, yang maju sebagai calon wakil gubernur berpasangan dengan calon gubernur Ganjar Pranowo. Mereka diharapkan bisa mengembalikan Jawa Tengah sebagai teladan daerah.

"Ganjar dan anak saya, Yasin, insya Allah menjadi pemimpin yang kita harapkan, nasionalis-religius yang tak bisa dipisahkan dari cara membangun negara. Waktunya kita mengembalikan Jateng menjadi teladan bagi daerah lain," tegas Mbah Moen saat menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PPP Jateng untuk Pemenangan Ganjar-Yasin di Hotel Semesta, Jalan Wahid Hasyim, Semarang.

Mbah Moen mengingatkan bahwa Jateng merupakan basis pergerakan pada masa perju-angan. Tokoh-tokoh asal Jateng pun terkenal sebagai para tokoh yang vokal dalam menentukan strategi pemenangan melawan penjajahan. Dengan semangat nasionalis-religius, kemenangan itu teraih.

Disebutkan Mbah Moen, politik yang nasionalis dan agamais belum tercipta sepenuhnya. Para pemimpin perlu mencontoh Nabi Muhammad SAW yang membangun Arab dengan empat pilar.

Empat pilar tersebut ialah membangun dengan budaya, mengentaskan warga dari kemiskinan, menying-kirkan kebodohan, serta menyadarkan para kaum jahiliah dengan budaya yang kuat. Arab saat itu diisi orang bodoh yang miskin dan hidup di tanah yang kering. "Semuanya kemudian dia (Nabi Muhammad SAW) isi, dan sekarang Arab menjadi negara kaya raya," ucap Mbah Moen.

Mbah Moen yang turut membangun PPP juga berpesan agar para kiai dan cendekiawan turut membangun kepercayaan masyarakat dalam memenangkan paslon nomor urut 1 Ganjar-Yasin. Bukan karena Yasin putranya, melainkan demi kemajuan masyarakat Jateng.

Pada kesempatan terpisah, calon Gubernur Jateng nomor urut 2, Sudirman Said, kemarin berkunjung ke Blora. Ia mendatangi gudang lumbung pangan relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kemanusiaan.

Sudirman meninjau pengi-riman beras ke Palestina yang menurut pandangannya menunjukkan Indonesia surplus beras. Ia pun menyatakan komitmen untuk mengoptimalkan produksi beras di Jateng bila terpilih sebagai gubenur.

Konten fitnah

Dalam kaitan penertiban kampanye, kepolisian menyatakan belum menerima laporan tentang keberadaan akun Twitter @ganjar2periode yang diduga mengunggah konten berisi fitnah terhadap Sudirman Said. "Belum ada pengaduan resmi yang masuk," kata Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng AKB Haryo Sugiharto di Semarang, kemarin.

Meski belum ada laporan resmi, kata dia, kepolisian tetap akan menindaklanjuti kebenaran konten yang diduga berisi kampanye hitam itu.

Ketua Bawaslu Jawa Tengah Fajar Subhi mengatakan persoalan akun @ganjar2periode tidak masuk ranah Gabungan Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu). "Karena ini bukan akun resmi yang didaftarkan maka tidak ditangani Gakkumdu," ujarnya.

Karena itu, kata Fajar, perkara itu bukan masuk pidana kampanye, melainkan ranah pidana umum yang ditangani kepolisian. Akun @ganjar2pe-riode diketahui mengunggah konten yang berisi kampanye hitam. Bukan hanya Sudirman, Ganjar pun menyatakan telah difitnah dengan keberadaan akun tersebut. Pasalnya, cicitan yang menjelek-jelekkan Sudirman dari akun itu mengatasnamakan dirinya.(Mtvn/P-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya