Gagasan Baru Parpol Kunci Raih Suara

Cahya Mulyana
19/2/2018 06:29
Gagasan Baru Parpol Kunci Raih Suara
(MI/ROMMY PUJIANTO)

TERSISA waktu 14 bulan bagi partai politik peserta Pemilu 2019 untuk menjajakan gagasan baru kepada publik agar mereka dinilai patut dan layak memperjuangkan aspirasi masyarakat di ranah legislatif ataupun eksekutif.

Pasalnya kondisi parpol saat ini bak kata pepatah 'tong kosong nyaring bunyinya' sehingga membuat publik kian apatis terhadap politik. Apalagi ditingkahi buruknya kinerja dan perilaku lancung kader parpol.

Inilah sejatinya kerja besar ke-14 parpol yang tadi malam mengikuti proses pengundian nomor urut peserta Pemilu 2019 (lihat grafik).

Demikian rangkuman pendapat dari Ketua Departemen Politik dan Hubungan Internasional Center for Strategic and International Studies (CSIS) Philips Jusario Vermonte dan pengamat komunikasi politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Gun Gun Heryanto kepada Media Indonesia, kemarin.

"Kini, tugas parpol memperbaiki citra dan merebut kepercayaan publik. Gagasan baru itu perlu agar parpol meraih suara dan lolos ambang batas parlemen 4%. Selama ini, citra parpol buruk. Target legislasi meleset dan mengabaikan aspirasi," kata Philips.

Philips menambahkan peta pertarungan 2019 masih samar-samar karena setiap parpol sedang menguji kekuatan mesin dan strategi di pilkada serentak 2018. "Itu akan menjadi role model koalisi dan strategi pada 2019."

Gun Gun Heryanto menilai perlunya parpol membawa gagasan baru itu sebagai suatu keniscayaan. "Figur calon presiden dengan perolehan suara parpol itu berkaitan, tetapi parpol yang menawarkan gagasan baru akan semakin luas diterima pasar. Perolehan suara parpol juga akan terdampak isu-isu terkini. Elite parpol harus pandai mengelolanya agar berujung pada simpati masyarakat."

Gun Gun pun menyoroti se-ngitnya persaingan parpol papan tengah yang berebut suara masyarakat dengan jargon dan gagasan barunya masing-masing. "Mereka mengejar target agar lolos ambang batas parlemen sekaligus terhindar dari zona degradasi."

Zaman now

Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate optimistis partainya dapat menembus barisan papan atas dengan membawa gagasan dan ide-ide baru.

"Pendekatan politik uang sudah usang, tidak sesuai perkembangan demokrasi. Persaingan kini hanya berdasarkan ide dan program nyata di masyarakat. Itu yang dibutuhkan di zaman now. NasDem akan menyemarakkan demokrasi di Indonesia," ujarnya.

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menilai pemilu ialah ajang meng-adu gagasan untuk kemakmuran bersama. "Meski banyak partai, saya menekankan agar kita adu konsep untuk memajukan negara Indonesia."

Ketua Umum PPP Romahurmu-ziy mengakui strateginya akan banyak mendekati generasi milenial. "Kami beri pemahaman bahwa politik ialah kontestasi nilai-nilai luhur. Buruknya kinerja parpol lebih banyak dipicu politik uang sehingga menggerus kepercayaan publik."

Ketua Umum PSI Grace Natalie mengatakan, dengan mengusung kader muda yang berintegritas pihaknya optimistis meraih simpati masyarakat. "Gagasan kami ialah memerangi korupsi dan intoleransi."(Put/Nov/Pol/Dro/X-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya