Djarot Jelaskan Fotonya yang Bernuansa SARA

Puji Santoso
17/2/2018 19:56
Djarot Jelaskan Fotonya yang Bernuansa SARA
(ANTARA)

CALON Gubernur Sumatera Utara Djarot Saiful Hidayat memberi penjelasan soal foto dirinya bersama Calon Wakil Gubernur Sihar Sitorus, yang hadir dalam suatu pesta adat Batak.

Dalam pesta itu, terlihat muncul foto pasangan nomor urut 2 ini berfoto di depan kepala seekor hewan, yang diduga banyak kalangan foto kepala babi yang dihidangkan. Foto-foto itu kemudian viral di media sosial whatsApp maupun facebook.

"Di foto itu saya pas diundang di acara adat Batak dengan sajian kepala hewan (babi). Itu haram dalam Islam. Padahal, faktanya, yang disajikan itu adalah kepala kerbau yang menjadi ciri khas lambang penghormatan masyarakat adat Batak kepada saya," kata Djarot memberikan klarifikasi di hadapan para mubalig sekaligus dan pelantikan/perkenalan Badan Koordinasi Muballigh Indonesia (Bakomubin) Sumut, di Gelanggang Remaja Jalan Sutomo, Medan, Sumatera Utara, Sabtu (17/2).

Dalam kesempatan itu, Djarot menyampaikan keinginan agar pemilihan gubernur Sumut diwarnai dengan adu gagasan dan program kesejahteraan rakyat, bukan mewarnainya dengan hoaks dan isu-isu SARA.

"Persatuan umat harus menjadi skala prioritas. Jangan sampai kita berpecah pecah, apalagi perpecahan itu dilakukan dengan menggunakan isu SARA atau hoaks," tegasnya.

Selain Djarot, hadir juga cawagub nomor urut 1 Musa Rajekshah dan Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi.

Di tempat yang sama Musa Rajekshah juga menegaskan, pihaknya bersama cagub Edy Rahmayadi sejak awal, bahkan sebelum pelaksanaan Pilgubsu 2018 digelar telah berkomitmen tidak mmenyetujui politik SARA maupun hoaks.

"Tanpa ada hal seperti hari ini, kita komitmen untuk tidak ada politik uang, dan tidak menyetujui politik SARA," tegas Ijeck, sapaan Musa Rajekshah.

Akan tetapi, sambung Ijeck, pemahaman seperti ini hendaknya ditularkan kepada seluruh masyarakat dengan harapan tugas Bawaslu Sumut dalam mengawasi tahapan Pilgubsu menjadi lebih ringan.

"Lebih ringan pekerjaannya kalau masyarakat paham apa yang dimaksud politik uang dan politik SARA," ujarnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya