PDIP Laporkan Akun Medsos yang Usung Kampanye Hitam

Bayu Anggoro
15/2/2018 15:58
PDIP Laporkan Akun Medsos yang Usung Kampanye Hitam
(Ilustrasi)

DINAMIKA kampanye pemilu kepala daerah serentak di Jawa Barat mulai terlihat sejak hari pertama. Dugaan kampanye hitam di media sosial mulai diarahkan kepada salah satu kubu.

Seperti yang dilaporkan kader PDI Perjuangan Dandi Karyana ke Polda Jawa Barat, Kamis (15/2). Dia melaporkan kampanye hitam di empat akun Facebook yang dianggap telah merugikan pasangan calon yang diusung partainya.

Akun media sosial (medsos) itu di antaranya bernama Resti Sinta Utara, Yusni Ajengan MGP Gunhal, dan Rian Kelana Simatupang. Menurutnya, keempat akun di media sosial tersebut telah memfitnah PDI Perjuangan, seperti mengunggah pernyataan yang menyebut partainya anti Islam.

"Isinya mendiskreditkan PDIP. Partai anti ulama, anti Islam, PKI sangat banyak," katanya di Bandung, Kamis (15/2).

Dia mengaku mendapat informasi akun tersebut dari sesama kader partainya seperti di Majalengka, Kabupaten Bandung, dan Kota Bandung. Oleh karena itu, dia meminta kepolisian segera menangani laporannya ini agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

"Kami ingin ini proses hukum, daripada jadi desas desus. Siapa di belakang ini, biar kepolisian yang menelusuri," tuturnya.

Di tempat yang sama, Ketua Badan Bantuan Hukum dan Advokasi PDIP Provinsi Jawa Barat Raphael Situmorang mengatakan, munculnya fitnah medsos seperti itu sangat merugikan partainya.

Terlebih, kata dia, saat ini akan digelar pemilu kepala daerah serentak sehingga berpotensi menggerus setiap pasangan calon yang diusung partainya.

"Kami jelas dirugikan. Tujuannya men-downgrade calon PDIP, siapapun. Ini menurunkan suara partai dan pasangan calon," imbuhnya.

Dia menambahkan, laporan ke polisi yang dilakukannya murni untuk menekan ujaran kebencian dan berita bohong (hoaks) di media sosial. Dia tidak ingin perkembangan teknologi informasi ini disalahgunakan sehingga menimbulkan dampak negatif.

"Kami tidak ingin ada konflik horizontal. Kita harus perkuat persatuan dan kesatuan sesama warga negara. Seluruh pasangan calon dan tim hendaknya menggunakan cara-cara positif dalam meraih simpati masyarakat. Silakan berkampanye dengan baik. Telisik rekam jejak calon. Kalau kampanye hitam, SARA, jelas hal itu tak boleh dilakukan," tandasnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya